backsound: "Tttrrrrrrrrrrrrdungdungdungpriiiiitttuuuuuttuuuuuutbroooootdhhuuarrrrohhhyes!
(bunyi senar drum, bass drum, sempritan tukang parkir, kereta api, kentut gajah, bom bali3, no comment!)
Tulisan di bawah ini, aku tulis (iye2. .ketik!) dengan kesadaran dan tanggung jawab penuh serta dedikasi tinggi di dunia edukasi (opo wi!)
Mulai hari ini, tertanggal 9 November 2008 sampai selesai UAN nanti, aku memutuskan untuk tidak ngenet ‘jika ngga pingin’ (sama aja, geblek!).
Aku ulangi,
Mulai hari ini, Minggu pagi yang cerah ini-9 November 2008, aku memutuskan untuk tidak ‘ngenet’ sementara sampai nantinya aku sukses lulus UAN dengan nilai perfect, ketrima di UGM ato STAN ato UI ato UNDIP ato ITB (amiN!). Ngga ngenet berarti termasuk di dalamnya nggak nglakuin kegiatan buka fs (bales komen, upload gambar, ngejek orang, ngeadd cewe & accepting someone), posting blog, browsing website, download bokep (bcanda!), kirim email (mang ga pernah), ngupdate antivirus, dll. (kecuali tar kalo ada tugas suruh cari di internet, mungkin tar bisa sekalian buka fs, posting blog, & browsing website. .yeah!).
Hal ini dikarenakan kesadaran akan kebodohan yang terasa semakin memuncak jika tak segera diatasi. Karena mengingat tindakan preventif sudah terlambat. Dan sekarang saatnya untuk berobat.
Pernah suatu kali ada temen yang nanya, "eh, sebenernye lu bise serius kaga seh??" (yang tanya ternyata orang batak tulen). Saat ini aku yakinkan, "Beta serius euy!".
Sekali lagi. .aku serius.
Karena aku tak mau nantinya belajar di tempat yang tak aku inginkan (lagi)
Karena aku tak mau nantinya ditikam dari belakang oleh penyesalan
Karena aku tak mau nantinya aku mencium bau busuk, aroma kekecewaan
Karena aku mau nantinya emak-babeku, bilang "kita bangga ma kamu fal!" ato temen2 lain yang bilang,"gila lo keren banget!" yang dibarengi dengan jerit cewe2 cantik,"aaauuww. .restletingmu tuh kebuka! ditutup napa!!?".
Barrack Hussein Obama bilang, "CHANGE WE NEED!" (kita butuh kesempatan!).
Perubahan adalah isu anget2 taik ayam belakangan ini. Isu itu jugalah yang membuat Obama bisa jadi presiden sekarang ini, di samping karena dia item dan pernah tinggal di Menteng (apa hubungannya?). Tak hanya itu, banyak iklan di TV isinya juga soal perubahan, bisa kita liat iklan KHONGZHUI "dada rata jadi besar" (hha) ato "bantet? mana keren!"-nya Hi-lo (dan aku kemakan iklannya, dengan membeli 2 kotak susu hi-lo!). Iklan yang paling aku suka soal perubahan adalah iklannya susu bendera, ceritanya tentang cewe yang kerjaanya dari kecil adalah nete susu ibunya, dan ibunya akhirnya bilang, "uda saatnya kamu minum susu bendera nak! tete mama sudah tidak produktif!" dan si cewe akhirnya jadi sarjana sastra.
Oh ya aku sampe apal jinglenya. .
Harus kita sadari,
Perubahan tak datang sendiri
Kita yang memulainya
Langkahkan kakimu jangan ragu (awas batu!)
Tak pernah menyerah
*dungdungdungdungdungdungdung*
Berubahlah untuk maju
Hingga suatu saat nanti kau kan genggam hari. .
*tengtengtengteng. .tengtengtengtengteng*
(nada yang bunyinya "susu saya susu waria")
Ya. .suatu saat nanti aku akan genggam hari. .suatu saat nanti.
*terimakasih atas kebersamaannya selama ini. .tetep kirim komen. .ngeadd. .dan nghina ya, sementara itu aku akan mencoba SURVIVE!! Sukses buat kamu semua yang sama2 kelas3! Sampai ketemu pada hari dimana aku teriak,"YEAH. .AKU SUKSES!!"*
(SEE YA!)
Sabtu, 08 November 2008
Aku, Si Raja Geblek!
Histeria. Adalah satu hal yang (sangat) bisa membuat orang lupa diri. Liat aja pertunjukan musik band2 cadas dimana penggemarnya bisa dengan gila menari sambil berteriak dengan botol alkohol di tangan kanannya. Atau pertandingan sepakbola, dimana penontonnya bisa dengan serentak meneriakkan "Malliiiiiiiiiiiing!!!", bukan2 maksudku meneriakkan yel2 agar tim kesayangannya bisa menang. Tapi ketika timnya kalah dan mereka mulai mengamuk, melempari wasit, membakar, dan bertindak anarkis lainnya, itu juga bagian dari histeria. Dan setidaknya itu terjadi padaku (lagi).
*Masih di hari yang sama, hari dimana aku izin (bolos) ga masuk sekolah karena sakit*
Hari sudah sore, jangkrik mulai berderik (mang ular?)
Badan yang mulai agak enakan, membuatku lebih bebas buat gerak. Aku masi nonton TV, dan aku dengar di garasi ada bunyi krasak-krusuk yang bisa kupastikan adalah Mba’ Noor, pembantuku yang lagi beres2, sedangkan di atas, bunyi komputerku (kipas di dalemnya) yang emang keras, aku bertaruh lagi dipake babeku buat main remi.
Ga ada angin ga ada hujan ga ada rotan akarpun jadi,
Tiba-tiba aja aku lompat2 kegirangan masuk ke kamar pembantuku yang letaknya ada di belakang TV, ngaca di kaca lemarinya yang besar, mengacak2 rambut (rambutku lo) dan merapikannya lagi, sambil bernyanyi ga jelas "berubahlah untuk maju. .!" (jingle iklan susu bendera). Aku yang yakin memastikan bahwa kamar itu sedang kosong, tak mengira bahwa ternyata ADA MBA’ NOOR DI DALEM LAGI BACA BUKU!! Sial dan malu banget tentunya. Dia jelas2 menatapku dengan tatapan yang campur aduk, antara pandangan aneh, sinis, jijik, dan sedih karena "kenapa aku harus kerja dan punya majikan setolol ini??". Tapi aku yang pandai menyembunyikan emosi dan berakting di belakang kamera, dengan santai pura2 ambil2 baju yang uda selese disetrika dan berkata, "dipanasin mbak. .bikin air anget lagi buat mandi. ." Dia pun keluar dan aku senyum penuh kemenangan. Satu kata yang ada di hati untuk kejadian ini adalah GEBLEK.
PERINGATAN!
HISTERIA BERLEBIH DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN, DAN MEMBUAT MALU-SEMALU-MALUNYA
Birokrasi Payah dan Guru yang Mengesalkan!
Birokrasi. Keren sekali kata ini walaupun aku tak tau jelas apa maknanya. Yang aku tau, birokrasi erat sekali hubungannya dengan pengorganisasian suatu hal yang berusaha mengatur orang banyak. Birokrasilah yang menyebabkan Indonesia masih tertinggal dengan negara2 lainnya. Pengurusan TKP contoh konkretnya. Birokrasi yang buruk ternyata juga telah mendarah daging menulang busuk di sekolahku, sekolah yang baru saja kehilangan pemimpin tertingginya.
Jumat, 31 Oktober 2008.
Setelah periksa di dokter deket rumah, aku memutuskan untuk tetap sekolah agar tidak ketinggalan pelajaran. Keputusan yang aku sesali setelahnya.
Aku masuk sekolah, diantar babeku dengan mobil kantornya.
Saat2 menginjakkan kaki di bibir kelas, perut dan kepalaku sudah tak bersahabat. Aku langsung duduk dan meringkuk dengan kepala kutempelkan di meja. Aku jelas tak peduli dengan keadaan sekitar dimana teman2.ku sedang rame2.nya ngomongin cewe ato mereka yang lagi sibuk ngerjain PR. Aku hanya peduli dengan kepalaku yang terasa berat ini.
"Assallammu alaikum Wr.Wb. .", terdengar suara di speaker yang bisa dipastikan suara dari Mujiono, guru. .(aku ga tau dia guru pa bukan, yang jelas dia tukang ngumumin berita ‘yang biasanya ga penting’). Aku masi tak peduli ketika ia memgumumkan bahwa sekarang akan diadakan doa bersama untuk Kepala Sekolah yang baru saja meninggal kemarin, siswa muslim tetep di kelas, dan nonmuslim keluar menuju ruang agama masing2. Aku masi terkulai di atas meja ketika akhirnya doa mulai dipanjatkan. Tahlilan tepatnya. Aku rasa malah aku yang sedang didoain, karena sedari tadi aku sama sekali tak mengangkat kepala, kaya orang mati.
Doa bersamapun selesai, jam pertama adalah biologi. Pak Yuli belom dateng. Anak2 masih berisik membicarakan hal yang tak penting.
Beberapa menit kemudian ia datang. Aku mencoba mengangkat kepala, berat sekali walaupun akhirnya bisa. Mukanya tampak berantakan, sesekali ia memegangi hidung, mengantisipasi ingusnya meler. Ternyata Pak Yuli juga sedang sakit. Flu yang kemarin2 dideritanya bertambah parah. Dengan sangat bijak ia hanya memberikan tugas dan ngeloyor lagi keluar. Tugas yang tak mampu kukerjakan dengan kepala pusing dan perut melilit seperti ini. Dengan bijak pula, aku akhirnya ke UKS sambil bawa2 aqua gelas dengan sebelumnya minum obat2 dari dokter. Aku jalan sendiri ke UKS, tak mengharap bantuan karena aku tau tak ada yang akan membantuku (sukurin!).
Sesampainya disana.,
Mbak2 PKL Yang Jaga UKS (MMPYJU) : mau apa dek??
Aku : tidur mba. ,
MMPYJU : suratnya mana?
Aku : surat apaan??
MMPYJU : kamu sakit kan? Mo tidur? Harus pake surat dek. .
Aku : ohh. .(dengan muka malas)oh. .
MMPYJU : ambil dulu aja di piket. .
Aku : (ngeloyor pergi sambil naruh aqua di mejanya)
Sampailah aku di ruang piket. Dan inilah episode dimana Guru Kejam Berparas Manis (GKBM) beraksi menjatuhkan mental dan meninggikan emosiku. Here it this. .
Aku : buk. .minta surat. .
GKBM : (ngambil kertas warna pink dengan malas). .wah tapi mau ki UKS koyone wis kebak, coba to’delok sek! (wah tapi tu tadi UKS kayanya uda penuh, coba diliat dulu!)
Aku yang sebenernya uda tau kalo UKS emang penuh, sengaja membiarkan ocehannya dan berniat meminjam bolpennya untuk segera mengisi surat izin yang super ribet ini. Tapi apa yang terjadi? Tu guru jadi2.an yang jelas2 bawa bolpen di tangan kanannya yang jelas2 ga lagi dia pake yang jelas2 (ah sudahlah) malah bilang gini, "ki nggonaku. .Ra entuk. .nganggo nggonmu dhewe!" (ni punyaku. .ga bole. .pake punyamu sendiri!).
Oh fuck!! Untung aku lagi sakit. .kalo ga uda aku jambak2 kali tu rambut semi kribonya. Bener2 taik. .dia sama sekali tak peduli dengan keadaan pelajar keren yang lagi sakit ini. Dia malah dengan sengaja menyulitkanku mendapatkan surat izin keparat itu. Uh shit!
Akhirnya aku balik ke UKS, dan berjalan sambil mengumpat.
Aku : pinjem bolpen mbak.
MMPYJU : lo kan harusnya suratnya ada dua. .??
Aku : (diem)
MMPYJU : yang satu buat ditaro disini satunya di kelas. .?
Aku : (masi diem)
MMPYJU : gimana sih dek. .harusnya mintanya kan dua?
Aku : IYA MBAK. .BENTAR. .DIEM DULU TO!!
*si mbak shock*
Aku balik lagi, ke ruang piket bertemu dengan guru sialan itu dan menyerahka surat yang hanya aku tandatangani sendiri.
GKBM : ndi tandatangane? (mana tandatangannya?)
Aku : wah tadi tu pak Yuli juga izin sakit.e buk!
GKBM : ora wae. .wong mau ono kok! (nggak aja orang tadi ada kok!)
Aku : (taik!) iya, tapi tadi pak Yuli masuk ke kelas Cuma ngasih tugas terus pergi ga tau kemana.
GKBM : Ash. .pokoke ra entuk nek raono tandatangane! (pokoknya ga bole kalo ga ada tandatangannya!)
Aku : (fuck!) buk ni kan suratnya harusnya dua?
GKBM : iyo mengko. .koe nggolek Pak Yuli sek kono. .!
Aku : (dan guru ini resmi menjadi target mutilasiku. .shit2!)
Memang kita ga bole mandang orang hanya dari penampilan . "Don’t look book from the cover!", kalo Tukul bilang.
Singkat cerita, aku berhasil mendapatkan tandatangan dari Pak Yuli yang ternyata sedang terbaring lemah di sofa saat aku menghampirinya.
Aku masuk ke UKS, menyerahkan surat izin yang harusnya dua itu ke mbak2 PKL dan berbaring di kasur bersprei putih (oya kenapa sprei UKS ato rumahsakit warnanya putih doang? Kenapa ga gambar spongebob aja biar menarik?).
Aku mencoba tidur. Aku ga bisa tidur. Aku pura2 tidur selama 4 jam pelajaran, sampai istirahat tepatnya. Aku sengaja menghindari pelajaran Bahasa Indonesia, karena aku tau aku belom ngerjain PR, lagipula gurunya juga galak amit.
Bel Istirahat berbunyi. Akhirnya.
Aku pura2 ngolet2. .dan berjalan kembali ke kelas. 2 jam aku di UKS, 2 jam pula aku ke WC untuk pipis.
Aku pura2 ngolet2. .dan berjalan kembali ke kelas. 2 jam aku di UKS, 2 jam pula aku ke WC untuk pipis.
Sampai di kelas, aku tanya ke Andi.,
Aku : Mau ngopo? (tadi ngapain?)
Andi : woh. .full cerita!
Aku : weleh. .mending aku mo rasah neng UKS! (weleh. .mending aku tadi ga usah ke UKS!)
Aku : Mau ngopo? (tadi ngapain?)
Andi : woh. .full cerita!
Aku : weleh. .mending aku mo rasah neng UKS! (weleh. .mending aku tadi ga usah ke UKS!)
Dan hal yang berikutnya terjadi adalah. .
"Ni jamnya pak Marno ya. .?? Pak Marnonya sakit. .ga masuk! Kerjakan soal lanjutan kemarin!", kata seorang guru piket (bukan guru sialan yang tadi, karena kalo dia yang dateng, aku sudah cukup sehat untuk melemparinya botol aqua).
"Ni jamnya pak Marno ya. .?? Pak Marnonya sakit. .ga masuk! Kerjakan soal lanjutan kemarin!", kata seorang guru piket (bukan guru sialan yang tadi, karena kalo dia yang dateng, aku sudah cukup sehat untuk melemparinya botol aqua).
Jadi intinya 3 pelajaran hari ini GA ADA KEGIATAN!
Biologi : kosong.
B I : cerita2 doang.
MTK : kosong jugak.
Biologi : kosong.
B I : cerita2 doang.
MTK : kosong jugak.
TAU GINI AKU TADI PAGI GA USAH BERANGKAT AJA!!
INSIDEN PERUT
Saat aku menulis cerita ini, adalah saat dimana aku sudah sehat. Sehat dari penyakit perut akut. !@$^$(%^&(_+)_(^&$^%$!%$^*^(*)_+)&*&^%%(^_&&_&)&*$^#^%%@##############@%%%%$^&%ERROR!
Minggu, 26 Oktober 2008
HARI YANG ANEH
Bukan. .bukan.,
Ni bukan tentang acaran barunya Uya Kuya yang ngerjain artis2 itu. .sekali lagi. .bukan.
Ni bukan tentang acaran barunya Uya Kuya yang ngerjain artis2 itu. .sekali lagi. .bukan.
PART 1.
Hari ini aku mulai dengan sigap. Karena apa? Karena nanti jam 8 aku ma temen2 satu sekolah bakalan pergi melayat Kepala Sekolahku yang baru aja meninggal kemarin. Sedih emang, Kepala Sekolahku yang gendut itu, yang selama ini sering aku cerca dan jadi bahan olokan anak2 hampir setiap harinya, tiba2 diberitakan telah tumbang. Padahal hari itu (sabtu), harusnya menjadi hari yang ceria karena di sekolah lagi diadain pensi buat Ulang Taun sekolah, walaupun aku malah bolos karena ga suka ma bintang tamunya. Pengumuman berita lelayunya pun dramatis, di tengah hingar bingarnya penonton setelah nonton ERWE manggung, Pak Yuli, guru biologiku maju ke panggung (naik maksudnya) ngumumin kalo sang Jendral Besar meninggal dunia (dikutip tanpa ubahan berdasarkan omongannya Jono-tmenku).
Hampir Jam 8 pagi.
Aku uda siap2 pake celana jeans, kemeja item dan peci di kantong. Motorpun kupanaskan. Tapi berhubung belom jam 8, aku nerusin lagi liat spongebob.
Aku uda siap2 pake celana jeans, kemeja item dan peci di kantong. Motorpun kupanaskan. Tapi berhubung belom jam 8, aku nerusin lagi liat spongebob.
Jam 8 pagi.
Aku uda nyampe sekolah. Perjalanan dari rumah ke sekolah makan waktu ga nyampe 5 menit (itu aja yang jalan pelann banget). Anak2 yang mo layat lainnya uda banyak yang dateng. Alhasil, ga berapa lama aku nyampe, kita semua langsung menuju ke TKA (Tempat Kediaman Almarhum), ternyata anak2 dari tadi nungguin aku rupanya, berasa artis deh. Rumahnya cukup jauh dari sekolah, tanpa bantuan Pak Rajiman, guru agamaku, kita ga bakalan nyampe di tempat.
Aku uda nyampe sekolah. Perjalanan dari rumah ke sekolah makan waktu ga nyampe 5 menit (itu aja yang jalan pelann banget). Anak2 yang mo layat lainnya uda banyak yang dateng. Alhasil, ga berapa lama aku nyampe, kita semua langsung menuju ke TKA (Tempat Kediaman Almarhum), ternyata anak2 dari tadi nungguin aku rupanya, berasa artis deh. Rumahnya cukup jauh dari sekolah, tanpa bantuan Pak Rajiman, guru agamaku, kita ga bakalan nyampe di tempat.
Jam 8.17 malem. (pagi maksudnya)
Kita akhirnya mendarat dengan selamat. Aku ma temen sekelasku berempat baru tau, kalo kita kesini bareng ma anak Tonti yang tugasnya tar nggotong peti jenasah. Jadilah aku, Jono, Yosi, ma Sunu bengong2 liatin anak2 Tonti yang lagi pada sibuk pake baju kebesaran warna ijo tengiknya. Sampai akhirnya anak2 Tonti bergerak masuk lewat belakang rumah almarhum, kita berempat masi aja berdiri bodoh melihat keramaian yang ada.
Kita akhirnya mendarat dengan selamat. Aku ma temen sekelasku berempat baru tau, kalo kita kesini bareng ma anak Tonti yang tugasnya tar nggotong peti jenasah. Jadilah aku, Jono, Yosi, ma Sunu bengong2 liatin anak2 Tonti yang lagi pada sibuk pake baju kebesaran warna ijo tengiknya. Sampai akhirnya anak2 Tonti bergerak masuk lewat belakang rumah almarhum, kita berempat masi aja berdiri bodoh melihat keramaian yang ada.
Aku : Melu mlebu yo. .!! (ikut masuk yok. .!!)
Jono : (Diem sambil ngupil)
Yosi : (Bantuin Jono cari upil)
Sunu : yo. .!!
Jono : (Diem sambil ngupil)
Yosi : (Bantuin Jono cari upil)
Sunu : yo. .!!
Akhirnya kita berempat jalan sehat ngikutin anak2 Tonti yang ada di depan. Jalan bareng Jono, Yosi, dan Sunu ngebuat aku mutusin untuk segera beli susu hi-lo. Ternyata rute ‘lewat belakang rumah’ ini sunguh aneh, pasalnya kita masuk lewat dapur rumah orang segala. Kita berempat langsung disuruh wudhu ma guru agamaku waktu kelas 2. Aku nurut. Jono masi ngupil. Selesai wudhu kita berempat menuju ke ruang tamu, dimana peti almarhum diletakkan. Aku masi jalan santai. Pada saat itu juga aku dihadapkan kenyataan bahwa aku ga bisa bacaan sholat jenazah!
Oh no (No problem). Niat baik, ya itu sudah cukup.
Sesampainya di ruang tamu, kesan pertamaku adalah,"petinya gede amir. .!". Penyolat (bener ga?) yang lainnya uda bersiap2, aku bergegas masuk shaf.
Selesai sholat, kita (Read: aku, dan 3 pembokatku) keluar buat duduk2. Sialnya kursi2 uda penuh diisi ma anak2 Tonti ijo tengik itu. Ada sih, kursi di depan rumah persis, tapi itu buat duduk guru2 ma tetangga yang lain. Alhasil, kita hanya berdiri termangu. Disana aku ketemu kakak kelasku yang AKU LUPA NAMANYA (ALN) dan terjadilah pembicaraan yang menarik.
Selesai sholat, kita (Read: aku, dan 3 pembokatku) keluar buat duduk2. Sialnya kursi2 uda penuh diisi ma anak2 Tonti ijo tengik itu. Ada sih, kursi di depan rumah persis, tapi itu buat duduk guru2 ma tetangga yang lain. Alhasil, kita hanya berdiri termangu. Disana aku ketemu kakak kelasku yang AKU LUPA NAMANYA (ALN) dan terjadilah pembicaraan yang menarik.
Aku : gimana mas? (sambil nyalamin)
ALN : ga gimana2.
Aku : ambil jurusan apa?
ALN : TI
Teknik Informatika. Wah. .itu adalah jurusan yang masuk daftar nominasi buat aku masuk kuliah besok.
Aku : ohh. .keren. .TI tu pelajarannya gimana to??
ALN : ga gimana2. .tapi sekarang masi banyak agamanya. .!
Aku : apa? (aku bengong tak mengerti, TI-AGAMA? Apa hubungannya!!?)
ALN : iyah. .pelajaran agama. .aku kan di UIN (Universitas Islam Negeri)!
ALN : ga gimana2.
Aku : ambil jurusan apa?
ALN : TI
Teknik Informatika. Wah. .itu adalah jurusan yang masuk daftar nominasi buat aku masuk kuliah besok.
Aku : ohh. .keren. .TI tu pelajarannya gimana to??
ALN : ga gimana2. .tapi sekarang masi banyak agamanya. .!
Aku : apa? (aku bengong tak mengerti, TI-AGAMA? Apa hubungannya!!?)
ALN : iyah. .pelajaran agama. .aku kan di UIN (Universitas Islam Negeri)!
Dan sesaat kemudian kita berempat baru nyadar kalo kita belom dapet snack, gara2 tadi lewat belakang. Dengan mental udik, kita berempat bergegas lewat dapur orang tadi, trus balik ke kursi2 ini lewat depan biar dapet snack. Ga punya malu.
Jam 10.07
Jenazah uda mo diangkat, dibawa ambulan ke pemakaman. Anak2 Tonti yang laki2 uda siap di tempat, jumlahnya banyak, yang jelas dengan jumlah segitu kemungkinan peti akan jatuh menjadi kecil. Anak2 yang cewe juga uda siap megangin karangan bunga buat dibawa ke pemakaman. Pembina Tonti (yang lebih kaya sales MLM) -yang pake baju item2 dengan tulisan The Core, dream-achieve, entah apa maksudnya- sibuk mengatur barisan.
Jenazah uda mo diangkat, dibawa ambulan ke pemakaman. Anak2 Tonti yang laki2 uda siap di tempat, jumlahnya banyak, yang jelas dengan jumlah segitu kemungkinan peti akan jatuh menjadi kecil. Anak2 yang cewe juga uda siap megangin karangan bunga buat dibawa ke pemakaman. Pembina Tonti (yang lebih kaya sales MLM) -yang pake baju item2 dengan tulisan The Core, dream-achieve, entah apa maksudnya- sibuk mengatur barisan.
Ada hal yang menarik saat itu. Karangan bunga bertuliskan Turut Berduka Cita yang di pegangi oleh salah seorang tontiwati (cewe tonti), entah karena ngantuk ato apa, karangan bunga itu tiba2 aja jatuh dan menubruk karangan bunga di depannya, di depannya, dan di depannya lagi. Domino’s Effect.
Jam 10.37
Ambulan akhirnya berangkat juga setelah sekian lama pembawa acara yang nyerocos dengan bahasa jawa yang tak aku pahami selesai memimpin do’a.
Ada hal menarik lagi, ato lebih tepat dibilang bodoh. Waktu lagi khusyu’2.nya doa, 2 anak kecil di sampingku dengan lugunya bilang sambil menunjuk foto almarhum yang dibawa salah seorang tontiwati, "woh lemu tenan kae neng fotone!" (woh. .gendut banget tu di fotonya!). Aku yang jelas2 ada di sampingnya menahan tawa. Amin. .(hhaaaha). .aminn. .amin.
Ambulan akhirnya berangkat juga setelah sekian lama pembawa acara yang nyerocos dengan bahasa jawa yang tak aku pahami selesai memimpin do’a.
Ada hal menarik lagi, ato lebih tepat dibilang bodoh. Waktu lagi khusyu’2.nya doa, 2 anak kecil di sampingku dengan lugunya bilang sambil menunjuk foto almarhum yang dibawa salah seorang tontiwati, "woh lemu tenan kae neng fotone!" (woh. .gendut banget tu di fotonya!). Aku yang jelas2 ada di sampingnya menahan tawa. Amin. .(hhaaaha). .aminn. .amin.
Saat ambulan mulai berjalan pelan, terjadi perdebatan sengit antara aku dan temenku lainnya.
Aku : Pie dim? Meh melu ngeterke ra? (gmana dim? Mo ikut nganter ga?)
*Dimas, Yosep, Yason baru aja dateng nyusul*
Dimas : Yo ngko delok2 (ya nanti liat2)
Yosep : (diem)
Yason : Wes bali wae yo. .! (uda. .pulang aja yo!)
Yosep : (diem)
Yason : Wes bali wae yo. .! (uda. .pulang aja yo!)
*Jono, Sunu, Yosi yang dari tadi berdiri di seberang jalan, bergabung dengan aku, Dimas, dan
Yosep*
Aku : Pie Jon? (gimana Jon?)
Jono : Rasah melu wae. .panas banget ngene! (Ga usa ikut aja. .panas banget kaya gini!)
Jono : Rasah melu wae. .panas banget ngene! (Ga usa ikut aja. .panas banget kaya gini!)
*Perdebatan sengitnya yang mana?*
Aku yang dari rumah sudah berniat untuk melayat, segera bergabung dengan takziyah lainnya untuk jalan ke pemakaman yang sebenarnya hanya 300 m, meninggalkan kaum dhalim tadi. Karena aku pernah baca buku kalo tugas orang musilim ketika ada muslim lainnya yang meninggal adalah mensholatkan, memandikan, dan menguburkan (dalam hal ini, nganter ke kuburan).
Singkat cerita (ga kerasa karena ternyata jadi panjang lebar tinggi gini),
Aku uda selese malayat, jenazah selesai dikuburkan. Dan terbesit kata dalam hati "semoga kau tenang disana pak!".
Aku uda selese malayat, jenazah selesai dikuburkan. Dan terbesit kata dalam hati "semoga kau tenang disana pak!".
PART 2.
Sepulang melayat, rencananya aku langsung mo ngenet di warnet langgananku. Kenapa aku suka ngenet disana? Alasannya simple, karena di warnet itu parkirnya gratis. Abis, aku sering ke warnet yang bayar parkirnya harusnya cuma cepek, tapi waktu aku nyodorin uang 1000, eh malah aku ga dikasi kembalian. 500 kan berharga. Lima juta kalo ga ada 500 aja kan ga jadi lima juta. *hhe*
Tapi naas, sesampainya di depan warnet langgananku itu, ada tulisan kecil berbunyi, "listrik mati!". Akhirnya dengan berat hati aku langsung pulang buat tidur dulu, dengan sebelumnya ngrampok warungnya nenekku, ngambil cocacola di kulkas untuk menghilangkan dahaga yang kutahan2 sedari tadi.
Jam 3 sore.
Saatnya aku untuk ngenet. Aku pake celana pendek lusuhku dan segera berangkat menuju Galaxy, warnet langgananku. Aku cepet2 kesana karena aku liat langit uda mendung banget.
Sesampainya di Galaxy.
Saatnya aku untuk ngenet. Aku pake celana pendek lusuhku dan segera berangkat menuju Galaxy, warnet langgananku. Aku cepet2 kesana karena aku liat langit uda mendung banget.
Sesampainya di Galaxy.
"No 5 mas. .!", operator cewe di depan kasir langsung ngasi aku komputer. Icon internet Explorer langsung aku klik. Aku buka avg dan update anti virusnya. Trus aku buka friendster, bales komen, dan upload foto. Selese ngupdate, aku buka google ketik "matematika sma" di pencarian. Ya aku memang lagi getol2nya cari soal2 buat UAN, UM, dan UGD. Ga tau ntar dikerjain ato ga, yang penting punya banyak soal dulu. Bego.
Tiba2 aja gag tau kenapa perutku tiba2 sakit, kebelet tiba2. Padahal tadi aku sama sekali ga ngrasa pingin pub. Jadilah aku megangin perut sambil megang mouse. Uohh!
Aku donlot soal banyak banget. Dari yang judulnya kisi2 UN, sampai soal2 yang isinya perbab, kaya soal trigonometri, logaritma, matriks, banyak deh. Donlodnya cepet banget karena formatnya Ms. Word. Aku tutup web matematika itu dan buka blogspot.com, buat bikin blog (lagi). Entah uda berapa kali aku bikin blog. Masalahnya tiap aku bikin blog ato email, uda bukan jadi rahasia kalo aku sering lupa password ato ID.nya. Bego.
Blog jadi. Aku postingin tulisanku yang semalem baru aku buat dan tulisan2.ku yang dulu ga sempet keposting. Bahkan cerita hari pertama puasa juga ada. Tuh di bawah. hHa.
Tapi tiba2 apa yang terjadi sodara2??
Klap (ga tau bunyinya gini pa ga). .tiba2 smua gelap, ternyata aku ngenet di Goa Hantu (ga lahh).
Listrik mati lagi. Aku hanya bisa bilang "kampret". Dan sialnya apa sodara2?? Fs belom aku log.out dan soal2 yang tadi aku donlod banyak itu BELOM KE-SAVE!! Sekali lagi, belom aku save. Huahh.
Klap (ga tau bunyinya gini pa ga). .tiba2 smua gelap, ternyata aku ngenet di Goa Hantu (ga lahh).
Listrik mati lagi. Aku hanya bisa bilang "kampret". Dan sialnya apa sodara2?? Fs belom aku log.out dan soal2 yang tadi aku donlod banyak itu BELOM KE-SAVE!! Sekali lagi, belom aku save. Huahh.
Dengan wajah lunglai aku menuju kasir buat bayar. "9000 mas!", kata operator yang tiba2 berubah jadi cowo. Dalam hati, "wat?? Tadi kan di billing.nya kan Cuma 8000!?? Oh sial!".
Aku keluar. Hujan masi jatuh. Aku hampirin motor. Dan apa yang terjadi lagi sodara2?? MOTORKU MACET!! Sekali lagi, motorku macet. Huahh.
Aku masi di depan warnet dengan sok2.an ngeliatin bawah motor, padahal ngerti aja ga. Sial, motor supra biruku ini ternyata kedinginan. 2 jam dia aku biarin diguyur hujan. Dan inilah balasannya. Sekali lagi, sial.
Aku memutar otak. Kemudian aku sms temenku yang lebih ngerti urusan motor. Rumahnya ga jauh dari Galaxy. Ga lain ga bukan ya si Sunu oon itu.
"Sun. .koe iso ng galaxy (40.an) ra saiki ? (Sun. .lo bisa ke galaxy ga sekarang?)"
"Motorku ngadat. .!! (mtor gue macet!)"
"Motorku ngadat. .!! (mtor gue macet!)"
Aku tunggu balesan dari dia sambil ngeliat2 motor keparat ini lagi.
2 menit. 5 menit. 10 menit. Sms.ku ga dibales2. Dan pantes. .orang ga kekirim. .PENDING! sial2. Aku baru inget kalo Sunu punya 2 nomer. M3 ama 3. Sekarang pasti dia lagi pake 3 yang aku ga tau no.nya itu. Taikk.
2 menit. 5 menit. 10 menit. Sms.ku ga dibales2. Dan pantes. .orang ga kekirim. .PENDING! sial2. Aku baru inget kalo Sunu punya 2 nomer. M3 ama 3. Sekarang pasti dia lagi pake 3 yang aku ga tau no.nya itu. Taikk.
Luntang-lantung di jalan.
Akhirnya aku mutusin untuk. .(bukan2. .kalo nuntun motor dari sini ke rumah bisa gempor kaki gue). Akhirnya aku mutusin untuk cari bengkel. Ternyata ga jauh dari galaxy ada bengkel (pikkirku). Sesampinya disana. .
Akhirnya aku mutusin untuk. .(bukan2. .kalo nuntun motor dari sini ke rumah bisa gempor kaki gue). Akhirnya aku mutusin untuk cari bengkel. Ternyata ga jauh dari galaxy ada bengkel (pikkirku). Sesampinya disana. .
Aku : Macet Pak. .!
Pak Tua Yang Punya Bengkel : oh disini tambal ban mas. .!!
Pak Tua Yang Punya Bengkel : oh disini tambal ban mas. .!!
*geblek amit*
Aku jalan lagi di tengah guyuran hujan. Aku mengutuki diri sendiri, karena ilmu bengkelku yang cetek, bahkan dulu masang sepeda kecil adekku aja aku nyerah. Aku masi jalan, hujan makin deras. Terdengar adzan maghrib terdengar, padahal sholat ashar aja aku belom. Sampai akhirnya aku nemuin bengkel (lagi). Kali ini aku liat plakat di depannya "BENGKEL. .SERVIS MOTOR. .TAMBAL BAN. .PRESS BODY". Uohh akhirnya!
Nunggu beberapa menit motorku akhirnya beres. Aku pulang ke rumah sambil menggigil kedinginan.
Nunggu beberapa menit motorku akhirnya beres. Aku pulang ke rumah sambil menggigil kedinginan.
PART 3.
Sampai di Rumah. Karena kebelet pipis aku buru2 masuk WC. Waktu uda mo buka celana. Aku melihat tak percaya ke arah pispot. ADA KODOK DI PISPOT!!, serius. .ada kodok- bayi kodok lebih tepatnya- di pispot. Adeku yang penasaran akhirnya ikut gabung liat kejadian aneh tapi nyata itu.
Aku : Kok bisa coba!?
Nana : uda disiram aja!
Aku : sek2. .! ( bentar2. .!)
Nana : uda disiram aja!
Aku : sek2. .! ( bentar2. .!)
Dengan jiwa jurnalisme, aku buru2 naik ke kamar, ambil kamera, trus balik ke wc buat ambil gambar si kodok yang lagi2 ngambang2 di pispot.
(fotonya ada tuhh)
"alo namaku Kopi (kodok pispot). .eh jangan difoto! Gue kan lagi pub!"
Aku masi ngakak2 aja liat tu kodok bayi ga bisa keluar dari kubangan. Aku ga habis pikir, darimana tu datengnya si kodok? Geblek amit.
Liat tu kodok aku jadi lupa, tujuanku tadi kan aku mo pipis. Aku pasrah mbiarin tu kodok pub di WC.ku. Aku beralih ke WC di kamar babeku. Ngecek aja, sapa tau dari pispot tar keluar buaya. *hha*.
Udara masi terasa dingin walopun ujan tinggal gerimis. Seperti biasa, kalo malem dingin2 gini paling enak adalah makan mie. Supermi (setelah aku melakukan riset rasa antara supermi dan indomi ternyata aku lebih suka supermi, karena bumbunya yang lebih nggigit).
Sewaktu lagi enak2.nya makan mie tiba2 guru les matematika.ku –Pak Boy (bukan nama sebenarnya) sms:
Pak Boy :
Gmn. Mulai lesnya skrg ato bsk Rabu?
Disitu hujan ga?
Thx.
Gmn. Mulai lesnya skrg ato bsk Rabu?
Disitu hujan ga?
Thx.
Aku lupa kalo sekarang ada jadwal les matematika. Tapi karena berhubung aku lagi males dan besok sekolah juga libur. Aku jawab aja. .
Aku :
Mulai skrg gpp.
Rbu juga ayo.
Ujan agk deres.
Mulai skrg gpp.
Rbu juga ayo.
Ujan agk deres.
*padahal hujan aja ngga*hha.
Pak Boy :
Nah, disini jg msh hujan dkit2.
Klo gitu Rabu aja mulainya,
coz sya td blm smpat beli mantol bru, yg lama dah amburadul bolong2.
Jdi sma aja boong, dipake ttep tembus.
Thx.
Nah, disini jg msh hujan dkit2.
Klo gitu Rabu aja mulainya,
coz sya td blm smpat beli mantol bru, yg lama dah amburadul bolong2.
Jdi sma aja boong, dipake ttep tembus.
Thx.
Merasa menang aku jawab. .
Aku :
Siapp..
Jadilah aku ga jadi les-yang seharusnya menjadi hari pertama aku privat matematika. Yeahh (teriakan kemenangan).
Paginya.,
Aku mo pipis. .tu kodok uda ga ada di pispot. Ternyata dia di flush ma adeku. Sadis. Tapi gantinya kodok, sekarang di dekat pintu nangkring jangkrik mini. Aku bertaruh tu juga anak jangkrik. Dan hari itulah resmi dibuka TEMPAT PENITIPAN BAYI (HEWAN) di dalem WC.ku.
Siapp..
Jadilah aku ga jadi les-yang seharusnya menjadi hari pertama aku privat matematika. Yeahh (teriakan kemenangan).
Paginya.,
Aku mo pipis. .tu kodok uda ga ada di pispot. Ternyata dia di flush ma adeku. Sadis. Tapi gantinya kodok, sekarang di dekat pintu nangkring jangkrik mini. Aku bertaruh tu juga anak jangkrik. Dan hari itulah resmi dibuka TEMPAT PENITIPAN BAYI (HEWAN) di dalem WC.ku.
Dan perasaan,yang sekarang dateng ma kemarin tu bayi binatang yang bisa loncat semua. Moga2 aja besok, waktu aku buka pintu WC ga ada bayi KANGGURU ato GAJAH yang lagi nangkring di pispot! Eh mang gajah bisa loncat!??*Hha*.
Salam olahwarna.
Pesan Moral :
Belajar bengkel itu ternyata perlu dan ternyata semua cewe terlihat cantik kalo kita lagi jomblo! ( ga nyambung )
Salam olahwarna.
Pesan Moral :
Belajar bengkel itu ternyata perlu dan ternyata semua cewe terlihat cantik kalo kita lagi jomblo! ( ga nyambung )
Good Plan For Good Boy
Lo tau ga sekolah yang ga mutu? Tu sekolah gue. Dan lo tau sekolah yang osisnya ga banget? Yap, tu juga OSIS sekolah gue.
Kejadian hari ini membuat gue lebih yakin akan hal itu.
Ceritanya seminggu ini sekolah gue ngadain acara ulang taunnya yang ke 30. Dan seminggu ini juga ga ada pelajaran di sekolah. Itu hal yang paling gue suka, tapi itu dulu, karena apa? Karena sekarang gue udah kelas 3 dan lagi pusing-pusingnya mikirin pelajaran buat lulus ma masuk kuliah ntar. Entah apa maksudnya ketika mengingat kalo UAN tinggal beberapa bulan lagi dan materi kelas 3 aja belom selesai diajarin.
Dan acaranya apa sodara2?
Selalu sama. Monoton dari taun ketaun. Ga berubah. Membosankan.
Lomba.
Lomba.
Capek.
Lomba lagi.
Pensi.
Basket, nari, CCA, baca puisi, dan karaoke adalah lomba yang pasti ada tiap taunnya, pensi?? Entah apa pantas disebut pensi karena acaranya yang selalu pagi bukan malem kaya sekolah2 lain. Acaranya juga intern, sungguh disguisting. Dan ada yang lebih complicated untuk Pensi taun ini yaitu ada tulisan buat band2 seleksi, yaitu "DILARANG MEMAINKAN MUSIK KERAS!". Hhei. .we must has different appetite ,isn’t it? Ditambah lagi untuk bintang tamu kali ini adalah band yang ga aku sukai. Oke jujur, gue dulu suka band itu, karena musiknya yang beda daripada yang lain, tapi itu dulu ketika mereka hanya memiliki fans yang sedikit di tiap mereka manggung. Gue ga mau aja selera musik gue sama kaya anak2 kampung yang belagak kota di sekolah gue tipikal follower sejati, yang tau band ini aja baru kemarin sore. Tapi seenggaknya ada lomba yang agak beda untuk taun ini, DESAIN GRAFIS. Dan gue akhirnya ikut berpartisipasi , karena gue tau anak2 yang lain ga ada yang mo ikut. Tapi tema lombanya sempet buat gue mikir lama, "REFLEKSI. . (refleksi ato apa ya? Kok jadi kaya pijet ya? Ahh gue lupa nama temanya), tapi intinya tentang perubahan-perubahan yang ada di SMA gue selama 30 taun ini. Itu yang sulit, karena setau gue, sekolah ini ga ada perubahan sama sekali, kecuali SPP-nya yang tambah mahal dan kepala sekolahnya yang tambah gendut. Tapi akhirnya gue nemuin apa yang bakal gue bikin, gue terinspirasi dari omongan guru Pkn gue yang cerita kalo dulu sekitar taun 2003, sekolah ini sempet diguncang prahara (ceile bahasanya). Dia cerita kalo dulu murid di sekolah ini uda kaya preman pasar, bawaanya pedang. Demo setiap hari. Tawuran ma sekolah laen (SD paling. .). Pintu dipalang-palangin kayu biar ga ada pelajaran. Main bakar-bakaran. .kembang api /hha/.
Makanya dulu para orang tua jadi ilfill ketika mendengar nama TIRTONIRMOLO, berharap anaknya pinter dan ga milih sekolah ini. Suatu hal yang ga ada di dalam pikiran nyokap gue.
Yah. . gue cukup puas dengan apa yang gue bikin, walaupun sempet sewot karena komputer di lab gue yang lemot abis.
Tapi di balik itu ada acara yang mematikan urat saraf dan nadi gue. Jalan2. Wat? Emang kita anak Tk yang masi nete ma emaknya?? Sekalian aja tar di jalan kita diwajibin nyanyi lagu "Halo-halo Bandung" ato "Topi Saya Bundar"!(kesel gue). Buat bikin lo ngerti, gue ceritain kronologi acara jalan2 yang dinamain "KIRAB BUDAYA" ini. Jadi jam setengah 8 pagi semua anak kelas atu ampe tiga bareng2 jalan bareng mengikuti rute yang uda ditentukan sejauh kurang lebih 10 km (ngasal. .pokoknya jauh de). Semua harus pake baju olahraga tanpa terkecuali, parahnya khusus untuk anggota TONTI, mereka juga harus pake sepatu PDH (busset). Dan yang bikin gue bakal malu abis kalo ntar ketemu temen gue waktu di jalan adalah adanya iringan mobil dengan kap terbuka yang bawa2 piala. Mo pamer rupanya.
*Pagi Hari Sebelum Berangkat Sekolah*
Bunyi gemericik terdengar dari jendela. Gue bangun untuk memastikan. Gue buka korden, dan. .BINGO! turun ujan! Gue bersyukur abis. Gue tidur lagi.
Tapi ternyata Sang Khalik sedang ingin bercanda, hujan berhenti tepat jam 6, waktu dimana gue biasa sarapan. Yahh. .gue terpaksa masuk dan ngikutin acara sialan itu.
Jam 8.
Gue uda di jalan, menatap malas ke arah anak2 lain yang sedang bercanda, berfoto, dan mengumpat. Kita, murid sekolah busuk ini membuat macet jalan meskipun di ujung2 jalan banyak polisi yang dengan peluitnya berusaha menenangkan jalanan. Sudah setengah jalan, semua biasa aja sampai ujan yang tadi sempet berhenti turun lagi. Mula2 hanya gerimis, gue menatap ke bawah, meliat vans bergambar monyet naik skateboard di kaki gue, "tenang kawan. .cuma gerimis. .everything is will be ok! ". Semuanya berubah ketika hujan turun semakin ganas (deras maksudnya). "hhei dummy let’s run!", si monyet mulai mengumpat. Anak2 berlarian, barisan yang semula tidak tertib bertambah jadi sangat tidak tertib. Dan ini menjadi dilematis buat gue yang punya napas terbatas, mau lari tapi cape, mau tetep jalan tapi kujanan. Akhirnya gue berteduh sebentar di sebuah gubuk bakso yang masi tutup. Ada Abe, si Pen, Jambrong dan Iting yang ikut2.an berteduh. Abe yang dasarnya ga punya udel, menyarankan buat lari aja. Remaja puber berkulit hitam, berpostur tinggii, berdada bidang dan rambut beruban itupun akhirnya lari, diikuti Jambrong dan si Pen di belakangnya. Gue dan Iting yang tau diri, masi aja berteduh dengan santai.
Lima menit kemudian gue dan Iting memutuskan untuk jalan juga karena takut dikira homo ma anak2 yang lain karena berteduh berdua di gubuk cinta. Romantis (Read:menjijikkan). Langkah pertama gue ninggalin gubuk diikuti teriakan kencang monyet gue,"sialan lo. .gue dibasah2.in!". Pertama sih gue ma Iting ikut2.an lari2.an kaya anak2 lain tapi baru 15 meter kita berdua mulai berjalan pelan karena sadar, seberapa kencang kita lari, gak akan ngebuat kita ga basah kuyup karena jarak sekolah masih jauh. Tatapan orang2 yang lewat di jalan mengatakan,"kasian deh lo. .!". Gue bales dengan muka kecut yang mengisyaratkan,"brengsek. .!".
Akhirnya gue sampe sekolah.
Dan ternyata Allah emang lagi bercanda. Hujan berhenti beberapa saat setelah gue masuk kelas dan mengumpat. Ia turunkan hujan pagi tadi sebelum jalan dan memberhentikannya sejenak , menunggu kita saat ¾ perjalanan dan menurunkannya lagi. Hebat.
Tapi semua kejadian pasti ada sisi positif-negatifnya. Sisi positifnya adalah besok pagi gue bisa bolos dengan alasan masuk angin dan sukses ga nonton acara Pensi bego itu. Good plan for good boy.
Kejadian hari ini membuat gue lebih yakin akan hal itu.
Ceritanya seminggu ini sekolah gue ngadain acara ulang taunnya yang ke 30. Dan seminggu ini juga ga ada pelajaran di sekolah. Itu hal yang paling gue suka, tapi itu dulu, karena apa? Karena sekarang gue udah kelas 3 dan lagi pusing-pusingnya mikirin pelajaran buat lulus ma masuk kuliah ntar. Entah apa maksudnya ketika mengingat kalo UAN tinggal beberapa bulan lagi dan materi kelas 3 aja belom selesai diajarin.
Dan acaranya apa sodara2?
Selalu sama. Monoton dari taun ketaun. Ga berubah. Membosankan.
Lomba.
Lomba.
Capek.
Lomba lagi.
Pensi.
Basket, nari, CCA, baca puisi, dan karaoke adalah lomba yang pasti ada tiap taunnya, pensi?? Entah apa pantas disebut pensi karena acaranya yang selalu pagi bukan malem kaya sekolah2 lain. Acaranya juga intern, sungguh disguisting. Dan ada yang lebih complicated untuk Pensi taun ini yaitu ada tulisan buat band2 seleksi, yaitu "DILARANG MEMAINKAN MUSIK KERAS!". Hhei. .we must has different appetite ,isn’t it? Ditambah lagi untuk bintang tamu kali ini adalah band yang ga aku sukai. Oke jujur, gue dulu suka band itu, karena musiknya yang beda daripada yang lain, tapi itu dulu ketika mereka hanya memiliki fans yang sedikit di tiap mereka manggung. Gue ga mau aja selera musik gue sama kaya anak2 kampung yang belagak kota di sekolah gue tipikal follower sejati, yang tau band ini aja baru kemarin sore. Tapi seenggaknya ada lomba yang agak beda untuk taun ini, DESAIN GRAFIS. Dan gue akhirnya ikut berpartisipasi , karena gue tau anak2 yang lain ga ada yang mo ikut. Tapi tema lombanya sempet buat gue mikir lama, "REFLEKSI. . (refleksi ato apa ya? Kok jadi kaya pijet ya? Ahh gue lupa nama temanya), tapi intinya tentang perubahan-perubahan yang ada di SMA gue selama 30 taun ini. Itu yang sulit, karena setau gue, sekolah ini ga ada perubahan sama sekali, kecuali SPP-nya yang tambah mahal dan kepala sekolahnya yang tambah gendut. Tapi akhirnya gue nemuin apa yang bakal gue bikin, gue terinspirasi dari omongan guru Pkn gue yang cerita kalo dulu sekitar taun 2003, sekolah ini sempet diguncang prahara (ceile bahasanya). Dia cerita kalo dulu murid di sekolah ini uda kaya preman pasar, bawaanya pedang. Demo setiap hari. Tawuran ma sekolah laen (SD paling. .). Pintu dipalang-palangin kayu biar ga ada pelajaran. Main bakar-bakaran. .kembang api /hha/.
Makanya dulu para orang tua jadi ilfill ketika mendengar nama TIRTONIRMOLO, berharap anaknya pinter dan ga milih sekolah ini. Suatu hal yang ga ada di dalam pikiran nyokap gue.
Yah. . gue cukup puas dengan apa yang gue bikin, walaupun sempet sewot karena komputer di lab gue yang lemot abis.
Tapi di balik itu ada acara yang mematikan urat saraf dan nadi gue. Jalan2. Wat? Emang kita anak Tk yang masi nete ma emaknya?? Sekalian aja tar di jalan kita diwajibin nyanyi lagu "Halo-halo Bandung" ato "Topi Saya Bundar"!(kesel gue). Buat bikin lo ngerti, gue ceritain kronologi acara jalan2 yang dinamain "KIRAB BUDAYA" ini. Jadi jam setengah 8 pagi semua anak kelas atu ampe tiga bareng2 jalan bareng mengikuti rute yang uda ditentukan sejauh kurang lebih 10 km (ngasal. .pokoknya jauh de). Semua harus pake baju olahraga tanpa terkecuali, parahnya khusus untuk anggota TONTI, mereka juga harus pake sepatu PDH (busset). Dan yang bikin gue bakal malu abis kalo ntar ketemu temen gue waktu di jalan adalah adanya iringan mobil dengan kap terbuka yang bawa2 piala. Mo pamer rupanya.
*Pagi Hari Sebelum Berangkat Sekolah*
Bunyi gemericik terdengar dari jendela. Gue bangun untuk memastikan. Gue buka korden, dan. .BINGO! turun ujan! Gue bersyukur abis. Gue tidur lagi.
Tapi ternyata Sang Khalik sedang ingin bercanda, hujan berhenti tepat jam 6, waktu dimana gue biasa sarapan. Yahh. .gue terpaksa masuk dan ngikutin acara sialan itu.
Jam 8.
Gue uda di jalan, menatap malas ke arah anak2 lain yang sedang bercanda, berfoto, dan mengumpat. Kita, murid sekolah busuk ini membuat macet jalan meskipun di ujung2 jalan banyak polisi yang dengan peluitnya berusaha menenangkan jalanan. Sudah setengah jalan, semua biasa aja sampai ujan yang tadi sempet berhenti turun lagi. Mula2 hanya gerimis, gue menatap ke bawah, meliat vans bergambar monyet naik skateboard di kaki gue, "tenang kawan. .cuma gerimis. .everything is will be ok! ". Semuanya berubah ketika hujan turun semakin ganas (deras maksudnya). "hhei dummy let’s run!", si monyet mulai mengumpat. Anak2 berlarian, barisan yang semula tidak tertib bertambah jadi sangat tidak tertib. Dan ini menjadi dilematis buat gue yang punya napas terbatas, mau lari tapi cape, mau tetep jalan tapi kujanan. Akhirnya gue berteduh sebentar di sebuah gubuk bakso yang masi tutup. Ada Abe, si Pen, Jambrong dan Iting yang ikut2.an berteduh. Abe yang dasarnya ga punya udel, menyarankan buat lari aja. Remaja puber berkulit hitam, berpostur tinggii, berdada bidang dan rambut beruban itupun akhirnya lari, diikuti Jambrong dan si Pen di belakangnya. Gue dan Iting yang tau diri, masi aja berteduh dengan santai.
Lima menit kemudian gue dan Iting memutuskan untuk jalan juga karena takut dikira homo ma anak2 yang lain karena berteduh berdua di gubuk cinta. Romantis (Read:menjijikkan). Langkah pertama gue ninggalin gubuk diikuti teriakan kencang monyet gue,"sialan lo. .gue dibasah2.in!". Pertama sih gue ma Iting ikut2.an lari2.an kaya anak2 lain tapi baru 15 meter kita berdua mulai berjalan pelan karena sadar, seberapa kencang kita lari, gak akan ngebuat kita ga basah kuyup karena jarak sekolah masih jauh. Tatapan orang2 yang lewat di jalan mengatakan,"kasian deh lo. .!". Gue bales dengan muka kecut yang mengisyaratkan,"brengsek. .!".
Akhirnya gue sampe sekolah.
Dan ternyata Allah emang lagi bercanda. Hujan berhenti beberapa saat setelah gue masuk kelas dan mengumpat. Ia turunkan hujan pagi tadi sebelum jalan dan memberhentikannya sejenak , menunggu kita saat ¾ perjalanan dan menurunkannya lagi. Hebat.
Tapi semua kejadian pasti ada sisi positif-negatifnya. Sisi positifnya adalah besok pagi gue bisa bolos dengan alasan masuk angin dan sukses ga nonton acara Pensi bego itu. Good plan for good boy.
18.09.08
Puasa ke 18. .waktu tarawih aku agak khusuk sholatnya. .soalnya aku denger. .ada anak perempuan nyelutuk.,"ma. .ma. .mau pipis!". .entah karena emang sengaja ga sholat ato kepaksa batal demi ngejawab pertanyaan anaknya (yang emang kondisinya lagi darurat), si ibu bilang, "sana ke kamar mandi. .cepet!!". Anaknya dengan bego ngejawab, "uda. .tapi ada te*eknya. Untung saja anak itu tidak menyebutkan ciri2 spesifik dari tokai yang ngambang di kloset WC itu. Coba aja kalo disambung, "Gede banget ma. .warnanya coklat kekuning-kuningan. .ngambang2 kaya kapal selam. .bau lagi! ."Huuek!" seluruh jamaah pasti akan muntah2 dan keesokan harinya ada berita di Koran "anak perempuan tewas dihajar jamaah gara2 bicara kotor sewaktu tarawih". Sungguh tak sopan anak ini. .andai saja kata te*ek diperhalus dengan menggunakan kata: eek, tokai, ato yang paling halus kotoran manusianya misalnya. Diperhalus juga, tetep aja tokai!
Futures Ambiguity Dilemma Syndrome
ni haRusnya buat pRofile Fs. .tpi kaRena ga ckup. .kpaksa de ditulis dsini.,
Saat aku duduk di kursi menatap keyboard dan sekali2 melirik layar komputer menulis ini (aku emang ga bisa nulis tanpa liat keyboard kaya mas2 yang punya rentalan komputer di ujung jalan), aku sadar aku kena virus aneh, virus yang mungkin juga banyak dirasain pelajar tampan di ujung tanduk kaya aku. Aku jadi inget ma Rooney, kata mbak2 yang mbawain acara olahraga di TV, si Rooney sempet kena virus aneh waktu dia main bola di Afrika beberapa waktu yang lalu. Bedanya Rooney ma aku adalah ampe sekarang, ampe dia sembuh, dokter yang nanganin dia belum tau dia kena virus apa, sedangkan aku uda tau aku kena virus apa. Virus yang aku buat sendiri tapi belum tau caranya bikin antivirusnya. Pengidap virus ini dapat dikenali dengan melihat gejala2.nya yaitu perut sakit ditambah mual2 berlebihan padahal ga masuk angin (kok kaya gejala orang hamil??), maksudnya virus yang bikin pusing kalo dipikirin berat-berat. Trus apa maksudnya di ujung tanduk? maksudnya, (aku, kamu, dia, kita, mereka, kalian) yang saat ini uda kelas 3 (SMA), yang bentar lagi ujian, bentar lagi lulus, bentar lagi mo masuk kuliah. Yap. .bingung mo ambil jurusan apa, itu masalahnya!
Terus terang aku sih pinginnya cepet2 kuliah, selain bosen ma sekolah, aku pingin bisa manjangin rambut. Itu aja. Masalah mo ambil jurusan apa tu dipikir belakangan.
Tapi emang susah juga kalo dari dulu ga sempet mikirin cita2. Jujur aja waktu kecil dulu kalo ditanyain mo jadi apa ama orangtua, kakek, nenek, om, tante, budhe, pakdhe, aku pasti bingung mo bilang apa. Ga kaya anak2 lainnya yang dengan gampangnya bilang "aku pingin jadi dokter, pilot, arsitek, astronot". Di dalam otak anak kecil, empat profesi itulah yang emang jadi favorit. Yang aku heran, kenapa jarang sekali anak kecil yang gedenya pingin jadi guru? Ga peduli dia tau ga kalo jadi dokter, kerjanya bukan cuma nyuntik2 doang, ga tau kalo jadi pilot itu susah (susah dapet pesawat bagus, gara2 maskapainya banyak tapi rekondisi semua), ga mikir kalo jadi arsitek tu harus bisa fisika dan pinter gambar, ga ada bayangan kalo di Indonesia tu ga ada NASA, tapi cuma boscha. Aku beda. Tapi kalo tetep aja yang nanya maksa, aku pasti bilang "mo masuk surga!", dan mereka (yang nanya) pasti ngelus dada, "mulia sekali anak ini!" ato "emang kamu tau surga kaya apaan!??".
Aku inget beberapa bulan yang lalu waktu ayahku pulang, ia tiba2 masuk ke kamarku kemudian bertanya soal cita2.ku, tentu saja setelah ia memberi wejangan kultum seperti biasa yang rasanya uda kaya kultun (kuliah tuju taun), dia tanya, "pingin jadi apa?". Dengan sangat jujur aku jawab,"ga tauk. .", dahinya mengerut dan berujar, "hidup kok ga punya tujuan!", dia lalu keluar dari kamarku. Aku diem. Dalam hati aku berbisik,"kalo emang ga tau mo jadi apa trus aku musti ngomong apa??". Esoknya ayahku balik ke Kalimantan.
Selang beberapa waktu kemudian, ayahku yang kembali lagi dari Kalimantan dan menanyakan hal yang sama, "mo jadi apa??". Sebelumnya (of course) aku uda nyiapin macam2 jawaban, aku tak mau dahinya mengerut lagi. "Wiraswasta!", aku jawab tanpa ragu. "Wiraswasta apa??", tanyanya lagi. Untuk yang satu ini aku belum memikirkannya, bodonya aku yang tak menduga ia akan meneruskan introgasinya. "Ga tauk. .liat2 besok apa yang bakal laku!", jawabku bodoh. Dahinya mengerut. Lagi2 aku diam dan berlagak sibuk buka2 buku pelajaran yang ga pernah aku buka. Iapun ikut diam dan menatap mataku dalam2, mungkin dia berpikir, "bodoh sekali anakku ini!". Akupun memutar otak bagaimana agar jawabanku bisa diterima ayahku. "Paling besok aku masuk STAN kayak papa!". Dia tersenyum puas seakan mengatakan "ini dia jawaban yang aku tunggu2!". "Belajar lo!",katanya, "ya!", kataku. Kali ini jawabanku tepat, seharusnya aku dapet 2jt dari komeng, "saatnya kita kuis!!", haha acara menggelikan itu. Setelah itu ia tak lagi menanyakan apa cita2.ku dan apa tujuan hidupku. Tapi sebenernya aku ragu, bukan karena "apa aku bisa masuk STAN??", tapi. ."emang aku suka akutansi!??".
Hari2 setelah itu terasa begitu rumit. Dan hari setelah itulah virus ini dengan ganas menyerangku. Pertanyaan2 yang ada di kepalaku hanya seputar, "mo jadi apa ya?", "pa bisa ya?", "tar kerja dimana ya?", "dapet duidnya gampang ga ya??", ato "bang satenya 10 tusuk ama lontongnya setengah aja!"(lohh?). Yang kupikirkan jadi yang berat2. .kaya Hukuman mati buat para koruptor harus segera disahkan, pulau manalagi yang bakal diobral, pkL dimana aja yang bakal digusur satpol PP, universitas manalagi yang isinya preman2, dan apa Indonesia masi jadi negara merdeka 7-10 tahun nanti??
Kebuntuan pikiranku tentang jurusan perkuliahan sedikit terobati ketika aku menemukan sesuatu yang menarik saat aku iseng2 ngenet. Informasi program studi dari UGM. Segera aku download dan bergegas pulang, tak sabar ingin melihatnya. Terkadang Internet ada gunanya juga ya. Sesampainya di rumah, aku buka komputer, masukin flashdisk, segera aku buka hasil perburuanku. Loh kok formatnya flv? loh kok tulisannya jepang? ternyata aku salah download, aku malah download miyabi! Hha ga. .bcanda2. Aku baca baik2 informasi tentang fakultas2 keren di ugm ini (awalnya), busetdah. .jurusannya banyak bgt yak! Setelah itu aku mulai mendrag mouse dengan cepat, membaca tanpa mata dan pejamkan hati (lohh??). Kesan pertama setelah aku selesai membacanya adalah GA ADA YANG TERTARIK SAMA SEKALI. Kenapa? Baca halaman2 pertamanya aja aku uda illfill . .
Fakultas Biologi : jelas ga bisa, aku ga suka pelajaran yang terlalu banyak ngapalinnya ini ,sampe2 waktu kelas2 smp dulu aku terpaksa les ama guru saking begonya, ditambah aku juga punya kenangan buruk ma biologi. Dikeluarin dari kelas ma guru gara2 ketauan bawa contekan padahal ulangannya aja belom dimulai. "Mettuuuu. . .!!", aku masi aja inget suara serak parau guru tua itu. Semoga kau tenang disana pak. Sekarang?? tambah. .masa kemarin dua kali ulangan dua kali juga musti remidi!
Fakultas Kedokteran (umum): Sama aja, ntar bakalan banyak ngapal, mala mungkin lebih parah, tambah lagi bayarnya juga sangat terlalu mahal, bahkan untuk ujian praktek aja harus bayar berjeti-jeti. Meski tar nantinya kalo uda buka praktek bakalan cepet kaya, aku ga tertarik.
Fakultas Kedokteran Gigi : Sebenernya aku (agak) suka jurusan ini, uda yang diurusin cuma gigi, duidnya nanti juga bakal berjibun pula. Bayangin aja, cuma nyabut gigi orang aja bisa dapet duid! belom lagi kalo disuruh bikin kawat gigi. Tapi kalo aku jadi dokter gigi, pasti jatuhnya ga pantes. .gigiku aja ga rata! Kebayang kalo nanti ada anak kecil minta diperiksa, yang ada dia mewek minta pulang ma mamanya, "pulang ma. . malpraktek!".
Fakultas Farmasi : Farmasi? Kimia? pusing. .sebenernya sih daripada fisika ma biologi aku lebih suka kimia, soalnya itung2.annya gampang dan sedikit main logika. Tapi kalo uda berurusan ama reaksi2 yang ruwetnya minta ampun aku mundur aja deh.
Fakultas Sastra : Sebenernya suka, tapi ragu tar abis kuliah mau jadi apa. "Aku binatang Jalang. .Jalang mandi dan gosok gigi!".
Fakultas MIPA : Najis. .
Aku tau masi banyak lagi fakultas yang ada, tapi yang aku baca ternyata cuma itu. Tunggu. .ada satu fakultas yang menarik! ILMU KEPERAWANAN. .wow!! UGM bener2 hebat! aku melonjak girang. Pelajarannya bakal gimana ya? Ada prakteknya ga ya? Tar dosennya modelnya kaya gimana? Tapi setelah aku mengucek mata, ternyata aku salah mengeja karena yang ada hanya ILMU KEPERAWATAN.
Walaupun informasi program studi itu dirasa tidak begitu menolong, tapi aku tetap menyimpannya. Bahkan ketika aku pamer ke temen sebangku.ku, ia semangat minta kopiannya. Tapi ketika aku cerita kalo jurusannya ga ada yang bikin aku tertarik, ia hanya tersenyum licik seakan2 mengatakan, "bego lu. .dasar emang ga ada harapan!".
Pencerahan kembali datang. Kali ini bertitel "SMS (Strategi Menuju Sukses) GO SMA". Buku dari bimbel yang berisi tentang macem2 universitas negeri se-Indonesia, deskripsi masing2 jurusan kuliah, kemampuan penunjangnya, lengkap dengan prospek karirnya. Sebenernya isinya hampir sama ama yang ada di "informasi program studi", tapi entah kenapa kali ini aku benar2 seperti menemukan masa depanku yang dari dulu sayup2 layu. Aku baca bener2 dari halaman pertama sampe terakhir. Bob Foster (yang punya GO) juga menyertakan kurva yang bakal buat ditulisin dengan nilai2 hasil TO. Ini yang payah, dia ga tau kalo mayoritas anak yang ikut TO ga murni ngerjain sendiri. Tar sama aja dong, kalo nilai ma passing grade.nya gede tapi banyak yang dari hasil nyontek, kan sama aja boong. Apalagi yang uda nyontek tapi passing gradenya rendah. .(aku banget). Tapi aku akuin buku ini keren. Selese mbaca, aku dapet 2 nominasi jurusan yang paling mungkin aku masuki. Arsitektur dan manajemen. Kenapa? Aku pilih arsitektur karena aku pingin bikin hal baru, sesuatu yang belom ada, contohnya kondominium berbentuk kondom!ga. .mungkin aku bakal bikin tempat jualan buat PKL2 yang bener2 di jalan tapi ga nganggu kendaraan, ga tau gimana caranya yang penting mereka ga digusur2 lagi. Aku pilih manajemen karena. .karena. .karena apa ya?? Karena keren aja.
Mang masalahnya uda selese? tunggu dulu. . cerita belom berakhir.
Arsitektur ma manajemen emang jurusan yang keren. Tapi masalahnya, fakultas manajemen tu jurusannya anak IPS, trus kalo arsitektur tu dua2.nya (IPA ma IPS). Emang sih aku sengaja ga cari yang IPA, apalagi yang ada fisikanya. .tobat. Jadi dilema. Kenapa? Karena aku musti belajar 2 jurusan sekaligus, ya belajar buat UAN. .ya belajar buat UM, SNMPTN, USM STAN, SIPENMARU, SIBOLANG. Coba dulu aku masuk IPS sekalian , ato ga aku ambil bimbelnya yang jurusannya IPS, karena ternyata banyak temenku yang anak IPA tapi bimbelnya ikut yang IPS. Pas TO banyak yang rankingnya 10 besar. La aku? TO terakhir aja aku ranking 999 (serius), passing grade.nya cuma 16,5% gara2.nya nilai TO hari kedua ga masuk, nol semua nilainya. Ato mungkin karena aku ngasi namanya beda antara TO pertama ama yang kedua? Bego. Kalo gitu caranya pa ya harus dimasukin ke grafik? Orang jelas2 kalo PG.nya cuma segitu ada tulisannya. "WASPADA" tulisan (level) paliiiiing bawah. Menjijikkan.
Aku bingung mo blajar darimana. Mo privat, tapi seminggu aja udah penuh buat bimbel. Kemarin aku uda kontak guru matematika buat les, karena gimanapun juga matematika tu susah kalo ga ada guru yang ngedampinin buat ngerjain soal. Mungkin beberapa bulan sebelum UM aku juga bakalan kontak guru IPS. Trus fisikanya?? Sumpah aku benci banget pelajaran ini, selama aku sekolah di SMP sampe SMA ini, guru2.ku ga ada yang bener, kecuali 1. Bu Ike. Aku pernah sekali ga remidi fisika waktu diajar dia, kebanggan tersendiri keluar kelas dan melihat anak2 lainnya berpusing2 ria ngerjain remidi di dalem kelas. Aku sebenernya pingin les lagi ma dia, tapi kayanya ga bisa, soalnya pasti jadwal ngelesi.nya pasti juga penuh. Tapi suka ga suka, benci ga benci aku harus les fisika, karena tes UM IPC kan ada fisikanya. Ga tau besok gimana ngatur harinya. Mungkin bolos sekolah adalah cara yang tepat.
Ya. .aku masi bingung. Aku ga tau mau jadi apa aku nanti, aku ga tau takdir apa yang bakal dikasi ama ALLAH, aku ga tau apa aku bisa banggain orang tua, aku ga tau cerahkah masa depanku? aku ga tau ni jam berapa? kok belom buka2!! (hHo). Tapi di dalam kebingunganku, ada keoptimisan di hati, sesuatu yang membakar dadaku. Karena setiap orang diciptakan dengan keunikan sendiri2, dengan kebisaannya masing2. Kaya tulisan yang ada di kaos JOGER warna oren.ku yang bener menginspirasiku, "Kalo kamu bisa, kenapa aku ga bisa? Tapi kalo kamu ga bisa, Kenapa aku ga boleh coba dulu, siapa tau aku malah bisa!?". (teks Rumpang) Optimislah yang membuat pandanganku tidak ke bawah lagi sewaktu berjalan, Optimislah yang membuat nyenyak tidurku, Optimislah yang jadikan terang saat semua terasa gelap, Optimislah yang membuatku siap menantang hari, hari ini, esok, lusa, dan hari dimana aku mengerjakan soal2 ujian yang pasti memusingkan. OPTIMIS SETIAP HARI!!
-optimisetiaphari@gugel.com-
Saat aku duduk di kursi menatap keyboard dan sekali2 melirik layar komputer menulis ini (aku emang ga bisa nulis tanpa liat keyboard kaya mas2 yang punya rentalan komputer di ujung jalan), aku sadar aku kena virus aneh, virus yang mungkin juga banyak dirasain pelajar tampan di ujung tanduk kaya aku. Aku jadi inget ma Rooney, kata mbak2 yang mbawain acara olahraga di TV, si Rooney sempet kena virus aneh waktu dia main bola di Afrika beberapa waktu yang lalu. Bedanya Rooney ma aku adalah ampe sekarang, ampe dia sembuh, dokter yang nanganin dia belum tau dia kena virus apa, sedangkan aku uda tau aku kena virus apa. Virus yang aku buat sendiri tapi belum tau caranya bikin antivirusnya. Pengidap virus ini dapat dikenali dengan melihat gejala2.nya yaitu perut sakit ditambah mual2 berlebihan padahal ga masuk angin (kok kaya gejala orang hamil??), maksudnya virus yang bikin pusing kalo dipikirin berat-berat. Trus apa maksudnya di ujung tanduk? maksudnya, (aku, kamu, dia, kita, mereka, kalian) yang saat ini uda kelas 3 (SMA), yang bentar lagi ujian, bentar lagi lulus, bentar lagi mo masuk kuliah. Yap. .bingung mo ambil jurusan apa, itu masalahnya!
Terus terang aku sih pinginnya cepet2 kuliah, selain bosen ma sekolah, aku pingin bisa manjangin rambut. Itu aja. Masalah mo ambil jurusan apa tu dipikir belakangan.
Tapi emang susah juga kalo dari dulu ga sempet mikirin cita2. Jujur aja waktu kecil dulu kalo ditanyain mo jadi apa ama orangtua, kakek, nenek, om, tante, budhe, pakdhe, aku pasti bingung mo bilang apa. Ga kaya anak2 lainnya yang dengan gampangnya bilang "aku pingin jadi dokter, pilot, arsitek, astronot". Di dalam otak anak kecil, empat profesi itulah yang emang jadi favorit. Yang aku heran, kenapa jarang sekali anak kecil yang gedenya pingin jadi guru? Ga peduli dia tau ga kalo jadi dokter, kerjanya bukan cuma nyuntik2 doang, ga tau kalo jadi pilot itu susah (susah dapet pesawat bagus, gara2 maskapainya banyak tapi rekondisi semua), ga mikir kalo jadi arsitek tu harus bisa fisika dan pinter gambar, ga ada bayangan kalo di Indonesia tu ga ada NASA, tapi cuma boscha. Aku beda. Tapi kalo tetep aja yang nanya maksa, aku pasti bilang "mo masuk surga!", dan mereka (yang nanya) pasti ngelus dada, "mulia sekali anak ini!" ato "emang kamu tau surga kaya apaan!??".
Aku inget beberapa bulan yang lalu waktu ayahku pulang, ia tiba2 masuk ke kamarku kemudian bertanya soal cita2.ku, tentu saja setelah ia memberi wejangan kultum seperti biasa yang rasanya uda kaya kultun (kuliah tuju taun), dia tanya, "pingin jadi apa?". Dengan sangat jujur aku jawab,"ga tauk. .", dahinya mengerut dan berujar, "hidup kok ga punya tujuan!", dia lalu keluar dari kamarku. Aku diem. Dalam hati aku berbisik,"kalo emang ga tau mo jadi apa trus aku musti ngomong apa??". Esoknya ayahku balik ke Kalimantan.
Selang beberapa waktu kemudian, ayahku yang kembali lagi dari Kalimantan dan menanyakan hal yang sama, "mo jadi apa??". Sebelumnya (of course) aku uda nyiapin macam2 jawaban, aku tak mau dahinya mengerut lagi. "Wiraswasta!", aku jawab tanpa ragu. "Wiraswasta apa??", tanyanya lagi. Untuk yang satu ini aku belum memikirkannya, bodonya aku yang tak menduga ia akan meneruskan introgasinya. "Ga tauk. .liat2 besok apa yang bakal laku!", jawabku bodoh. Dahinya mengerut. Lagi2 aku diam dan berlagak sibuk buka2 buku pelajaran yang ga pernah aku buka. Iapun ikut diam dan menatap mataku dalam2, mungkin dia berpikir, "bodoh sekali anakku ini!". Akupun memutar otak bagaimana agar jawabanku bisa diterima ayahku. "Paling besok aku masuk STAN kayak papa!". Dia tersenyum puas seakan mengatakan "ini dia jawaban yang aku tunggu2!". "Belajar lo!",katanya, "ya!", kataku. Kali ini jawabanku tepat, seharusnya aku dapet 2jt dari komeng, "saatnya kita kuis!!", haha acara menggelikan itu. Setelah itu ia tak lagi menanyakan apa cita2.ku dan apa tujuan hidupku. Tapi sebenernya aku ragu, bukan karena "apa aku bisa masuk STAN??", tapi. ."emang aku suka akutansi!??".
Hari2 setelah itu terasa begitu rumit. Dan hari setelah itulah virus ini dengan ganas menyerangku. Pertanyaan2 yang ada di kepalaku hanya seputar, "mo jadi apa ya?", "pa bisa ya?", "tar kerja dimana ya?", "dapet duidnya gampang ga ya??", ato "bang satenya 10 tusuk ama lontongnya setengah aja!"(lohh?). Yang kupikirkan jadi yang berat2. .kaya Hukuman mati buat para koruptor harus segera disahkan, pulau manalagi yang bakal diobral, pkL dimana aja yang bakal digusur satpol PP, universitas manalagi yang isinya preman2, dan apa Indonesia masi jadi negara merdeka 7-10 tahun nanti??
Kebuntuan pikiranku tentang jurusan perkuliahan sedikit terobati ketika aku menemukan sesuatu yang menarik saat aku iseng2 ngenet. Informasi program studi dari UGM. Segera aku download dan bergegas pulang, tak sabar ingin melihatnya. Terkadang Internet ada gunanya juga ya. Sesampainya di rumah, aku buka komputer, masukin flashdisk, segera aku buka hasil perburuanku. Loh kok formatnya flv? loh kok tulisannya jepang? ternyata aku salah download, aku malah download miyabi! Hha ga. .bcanda2. Aku baca baik2 informasi tentang fakultas2 keren di ugm ini (awalnya), busetdah. .jurusannya banyak bgt yak! Setelah itu aku mulai mendrag mouse dengan cepat, membaca tanpa mata dan pejamkan hati (lohh??). Kesan pertama setelah aku selesai membacanya adalah GA ADA YANG TERTARIK SAMA SEKALI. Kenapa? Baca halaman2 pertamanya aja aku uda illfill . .
Fakultas Biologi : jelas ga bisa, aku ga suka pelajaran yang terlalu banyak ngapalinnya ini ,sampe2 waktu kelas2 smp dulu aku terpaksa les ama guru saking begonya, ditambah aku juga punya kenangan buruk ma biologi. Dikeluarin dari kelas ma guru gara2 ketauan bawa contekan padahal ulangannya aja belom dimulai. "Mettuuuu. . .!!", aku masi aja inget suara serak parau guru tua itu. Semoga kau tenang disana pak. Sekarang?? tambah. .masa kemarin dua kali ulangan dua kali juga musti remidi!
Fakultas Kedokteran (umum): Sama aja, ntar bakalan banyak ngapal, mala mungkin lebih parah, tambah lagi bayarnya juga sangat terlalu mahal, bahkan untuk ujian praktek aja harus bayar berjeti-jeti. Meski tar nantinya kalo uda buka praktek bakalan cepet kaya, aku ga tertarik.
Fakultas Kedokteran Gigi : Sebenernya aku (agak) suka jurusan ini, uda yang diurusin cuma gigi, duidnya nanti juga bakal berjibun pula. Bayangin aja, cuma nyabut gigi orang aja bisa dapet duid! belom lagi kalo disuruh bikin kawat gigi. Tapi kalo aku jadi dokter gigi, pasti jatuhnya ga pantes. .gigiku aja ga rata! Kebayang kalo nanti ada anak kecil minta diperiksa, yang ada dia mewek minta pulang ma mamanya, "pulang ma. . malpraktek!".
Fakultas Farmasi : Farmasi? Kimia? pusing. .sebenernya sih daripada fisika ma biologi aku lebih suka kimia, soalnya itung2.annya gampang dan sedikit main logika. Tapi kalo uda berurusan ama reaksi2 yang ruwetnya minta ampun aku mundur aja deh.
Fakultas Sastra : Sebenernya suka, tapi ragu tar abis kuliah mau jadi apa. "Aku binatang Jalang. .Jalang mandi dan gosok gigi!".
Fakultas MIPA : Najis. .
Aku tau masi banyak lagi fakultas yang ada, tapi yang aku baca ternyata cuma itu. Tunggu. .ada satu fakultas yang menarik! ILMU KEPERAWANAN. .wow!! UGM bener2 hebat! aku melonjak girang. Pelajarannya bakal gimana ya? Ada prakteknya ga ya? Tar dosennya modelnya kaya gimana? Tapi setelah aku mengucek mata, ternyata aku salah mengeja karena yang ada hanya ILMU KEPERAWATAN.
Walaupun informasi program studi itu dirasa tidak begitu menolong, tapi aku tetap menyimpannya. Bahkan ketika aku pamer ke temen sebangku.ku, ia semangat minta kopiannya. Tapi ketika aku cerita kalo jurusannya ga ada yang bikin aku tertarik, ia hanya tersenyum licik seakan2 mengatakan, "bego lu. .dasar emang ga ada harapan!".
Pencerahan kembali datang. Kali ini bertitel "SMS (Strategi Menuju Sukses) GO SMA". Buku dari bimbel yang berisi tentang macem2 universitas negeri se-Indonesia, deskripsi masing2 jurusan kuliah, kemampuan penunjangnya, lengkap dengan prospek karirnya. Sebenernya isinya hampir sama ama yang ada di "informasi program studi", tapi entah kenapa kali ini aku benar2 seperti menemukan masa depanku yang dari dulu sayup2 layu. Aku baca bener2 dari halaman pertama sampe terakhir. Bob Foster (yang punya GO) juga menyertakan kurva yang bakal buat ditulisin dengan nilai2 hasil TO. Ini yang payah, dia ga tau kalo mayoritas anak yang ikut TO ga murni ngerjain sendiri. Tar sama aja dong, kalo nilai ma passing grade.nya gede tapi banyak yang dari hasil nyontek, kan sama aja boong. Apalagi yang uda nyontek tapi passing gradenya rendah. .(aku banget). Tapi aku akuin buku ini keren. Selese mbaca, aku dapet 2 nominasi jurusan yang paling mungkin aku masuki. Arsitektur dan manajemen. Kenapa? Aku pilih arsitektur karena aku pingin bikin hal baru, sesuatu yang belom ada, contohnya kondominium berbentuk kondom!ga. .mungkin aku bakal bikin tempat jualan buat PKL2 yang bener2 di jalan tapi ga nganggu kendaraan, ga tau gimana caranya yang penting mereka ga digusur2 lagi. Aku pilih manajemen karena. .karena. .karena apa ya?? Karena keren aja.
Mang masalahnya uda selese? tunggu dulu. . cerita belom berakhir.
Arsitektur ma manajemen emang jurusan yang keren. Tapi masalahnya, fakultas manajemen tu jurusannya anak IPS, trus kalo arsitektur tu dua2.nya (IPA ma IPS). Emang sih aku sengaja ga cari yang IPA, apalagi yang ada fisikanya. .tobat. Jadi dilema. Kenapa? Karena aku musti belajar 2 jurusan sekaligus, ya belajar buat UAN. .ya belajar buat UM, SNMPTN, USM STAN, SIPENMARU, SIBOLANG. Coba dulu aku masuk IPS sekalian , ato ga aku ambil bimbelnya yang jurusannya IPS, karena ternyata banyak temenku yang anak IPA tapi bimbelnya ikut yang IPS. Pas TO banyak yang rankingnya 10 besar. La aku? TO terakhir aja aku ranking 999 (serius), passing grade.nya cuma 16,5% gara2.nya nilai TO hari kedua ga masuk, nol semua nilainya. Ato mungkin karena aku ngasi namanya beda antara TO pertama ama yang kedua? Bego. Kalo gitu caranya pa ya harus dimasukin ke grafik? Orang jelas2 kalo PG.nya cuma segitu ada tulisannya. "WASPADA" tulisan (level) paliiiiing bawah. Menjijikkan.
Aku bingung mo blajar darimana. Mo privat, tapi seminggu aja udah penuh buat bimbel. Kemarin aku uda kontak guru matematika buat les, karena gimanapun juga matematika tu susah kalo ga ada guru yang ngedampinin buat ngerjain soal. Mungkin beberapa bulan sebelum UM aku juga bakalan kontak guru IPS. Trus fisikanya?? Sumpah aku benci banget pelajaran ini, selama aku sekolah di SMP sampe SMA ini, guru2.ku ga ada yang bener, kecuali 1. Bu Ike. Aku pernah sekali ga remidi fisika waktu diajar dia, kebanggan tersendiri keluar kelas dan melihat anak2 lainnya berpusing2 ria ngerjain remidi di dalem kelas. Aku sebenernya pingin les lagi ma dia, tapi kayanya ga bisa, soalnya pasti jadwal ngelesi.nya pasti juga penuh. Tapi suka ga suka, benci ga benci aku harus les fisika, karena tes UM IPC kan ada fisikanya. Ga tau besok gimana ngatur harinya. Mungkin bolos sekolah adalah cara yang tepat.
Ya. .aku masi bingung. Aku ga tau mau jadi apa aku nanti, aku ga tau takdir apa yang bakal dikasi ama ALLAH, aku ga tau apa aku bisa banggain orang tua, aku ga tau cerahkah masa depanku? aku ga tau ni jam berapa? kok belom buka2!! (hHo). Tapi di dalam kebingunganku, ada keoptimisan di hati, sesuatu yang membakar dadaku. Karena setiap orang diciptakan dengan keunikan sendiri2, dengan kebisaannya masing2. Kaya tulisan yang ada di kaos JOGER warna oren.ku yang bener menginspirasiku, "Kalo kamu bisa, kenapa aku ga bisa? Tapi kalo kamu ga bisa, Kenapa aku ga boleh coba dulu, siapa tau aku malah bisa!?". (teks Rumpang) Optimislah yang membuat pandanganku tidak ke bawah lagi sewaktu berjalan, Optimislah yang membuat nyenyak tidurku, Optimislah yang jadikan terang saat semua terasa gelap, Optimislah yang membuatku siap menantang hari, hari ini, esok, lusa, dan hari dimana aku mengerjakan soal2 ujian yang pasti memusingkan. OPTIMIS SETIAP HARI!!
-optimisetiaphari@gugel.com-
FIRST DAY IN HOLY MONTH
Hari ini, hari pertama puasa. Tadi malem, di masjid uda diadain tarawih berjamaah. Tadi pagi, (shubuh maksudnya) aku juga ke masjid untuk sholat shubuh berjamaah. Jamaahnya (seperti biasa kalo awal2 puasa) banyak banget. Disana aku lihat orang2 yang ga pernah ke mesjid tiba2 datang berbondong-bondong menyesaki mesjid yang sudah selesai direnovasi ini. Semangat Ramadhan hari pertama rupanya. Tadi malem waktu tarawih juga sama, shafnya penuh sampai ke halaman mesjid.
Aku telat datang, adzan shubuh sudah berkumandang dari tadi, sedangkan iqomah aku tak mendengarnya. Di perjalanan, dari toa mesjid aku mendengar imam sedang membaca surat Al-fatihah. Aku langsung mengenali imam itu walaupun hanya dengan mendengar suaranya, itu suara Pak Slamet. Rumahnya memang hanya beberapa jengkal dari mesjid, dan ia selalu menjadi imam dan penceramah pertama pada setiap tarawih dan sholat shubuh berjamaah di hari pertama Ramadhan. Sampailah aku di mesjid, shaf terakhirlah yang masih terlihat kosong, aku segera sholat karena sudah terlambat.
Shalat selesai, awalnya aku ingin segera pulang untuk merubuhkan badan dan karena aku malas mendengarkan ceramah. Tapi kulihat sekeliling, tak ada satupun jamaah yang berdiri bahkan merubah posisi duduknya. Niat untuk pulang aku urungkan. Kemudian Pak Slamet naik mimbar. Aku memasang muka malas. Aku merubah posisi dudukku, mendirikan kakiku dan menaruh kepalaku di lututku. Kudengar sayup-sayup, pak Slamet berbicara panjang lebar kesana kemari, ia memang penceramah yang tak membutuhkan teks ataupun kertas kecil berisi catatan kalo sedang berceramah. Mungkin karena keseringannya dia jadi penceramah ato mungkin emang uda bakat jadi pubic speaker sejak orok. Terus terang aja, aku bosan setiap kali aku ke mesjid untuk sholat maghrib ato sholat jumat selalu saja dia yang jadi imam dan selalu dia yang kasi ceramah. Apalagi surat yang ia bacakan setiap jadi imam selalu sama, surat yang kalimat terakhirnya berbunyi ". . muusaa" Itu terus yang selalu ia bacakan. Ga shubuh, dhuhur, ashar, maghrib, isya, sholat jumat, bahkan sholat ied surat itu yang kudengar. Belakangan, setelah aku keluhkan pada ayahku, ternyata surat tersebut (Al A’la) emang diajurkan oleh Rasulllah untuk dibacakan pada sholat2 yang penting.
Tapi aku sedikit tersentak, mendengar Pak Slamet tiba2 memberikan hadist Rosul yang mengatakan bahwa beda orang mukmin sungguhan dengan orang munafik adalah waktu shalat jamaah shubuh dan Isya’, shalat jamaah di masjid ato tidakkah dia. Dia jelas mengkritik bapak2, ibu2, muda-mudi yang hadir di masjid ini, terutama mereka yang ikut shalat berjamaah shubuh dan isya hanya saat ramadhan saja. Termasuk aku. Mati gue. .aku munafik dong?? Aku betulkan posisi dudukku ,setelah itu aku serius mendengarkan ceramahnya. Ia kemudian menghimbau dengan sedikit mengancam, "kalo bapak2, ibu2 dan adik2 tidak mau disebut orang munafik, ikutlah sholat shubuh dan isya berjamaah di mesjid!". Semula aku kesal, dia bicara gitu karena rumahnya deket dari mesjid. Mungkin kalo diadain lomba cepet2.an nyampe masjid antara aku dan Pak Slamet, aku pasti tetap kalah walaupun aku lari sekencang-kencangnya sedangkan ia hanya jalan sambil ngesot. Aku berdalih, aku ga bisa sholat isya di mesjid karena 4 hari dalam seminggu aku harus les dari jam setengah tuju nyampe jam delapan. 3 hari lainnya?? Hari Rabu? Aku sibuk ngerjain Pe.ER yang numpuk kalo ga ya maen komputer (sama aja boong dong), hari Sabtu ma minggu? Aku harus. . .harus apa ya? Ok aku yang salah.
Bahkan awalnya, sebenernya aku ingin sholat shubuh di rumah, padahal adek dan pembantuku sudah siap dengan rukuhnya untuk berangkat ke mesjid. Aku?? Masi tidur2.an gara2 kekenyangan makan sahur. Tapi di saat aku sedang santai, hapeku bunyi, ayahku nelpon. Aku suda nebak kalo aku bakal disuruh ke mesjid buat sholat shubuh jamaah. Benar saja. .
Babe : Mas uda sahur?? Lauknya apa?? Tar ke mesjid ya, pahalanya kan banyak kalo ramadhan2 gini!
Aku : ya ya ya. .
Mama nyaut telpon, gantian omong.
Mama : Lagi apa?? Sholat shubuh di mesjid lo!
Aku : ya ya ya. .
Mama : ya apa? Ya sholat di mesjid ato mo tidur lagi!?
Sepertinya mamaku tau kalo aku mo tidur lagi. .hebat juga dia, pa masi sodaraan ma Ki Joko Bodo yak??
Aku : ya iya dong ah, masa ya iyalah ah. .
Mama : ya iya dong apa? Apa? Eh apa bedanya kucing Persia ma kucing anggora??
Aku : ga tau. .apa bedanya obat batuk ma kondom?
(uda ngaco. .maap2)
Padahal sewaktu mama ma babeku nelpon nyuruh ke mesjid, adzan sudah berhenti berkumandang beberapa menit yang lalu. Mungkin karena di Jakarta belom adzan ato malah belom imsya’. Alhasil aku terlambat ke mesjid.
Wabilahitaufik walhidayah Wassalammu alaikum warahmatullahi wabarakatuh. . Pak Slamet menutup ceramahnya, aku buru-buru pulang, mata uda ngantuk, kepala berkunang-kunang. Di perjalanan, dari belakang aku dengar suara langkah kaki, tap. .tap. .tap. .tap. ."ayo anak2 samakan nadanya!", ternyata anak2 TK lagi latihan drumband. Nggak2 serius. Langkah kaki yang terdengar bertempo cepat dengan ketukan ¾ itu adalah milik Pak Harto, guru lukisku waktu di TK. Pak Harto memang orang yang taat beribadah, ia selalu sholat berjamah di masjid. Setiap berangkat dan pulang dari masjid ia selalu berlari-lari kecil, jelas di usia senjanya ia masih suka berolahraga. Aku menyapanya, dia tersenyum, aku menyalaminya dengan kedua tanganku, aku cium tangannya. Ia sudah kuanggap seperti kakekku, idolaku. Aku sangat respect kepadanya. Ia hanya hidup berdua dengan istrinya di rumah, sebenarnya ia punya anak laki-laki yang sudah matang, namun ia sudah meninggal karena kecelakaan. Raut wajahnya masih menyenangkan. Diam-diam aku memiliki metode bagaimana caranya menilai orang itu benar-benar baik ato tidak dengan hanya melihat raut wajahnya. Pak Harto termasuk orang baik itu.
Pak Harto membuka pembicaraan, ia masih saja berlari-lari kecil. Walaupun begitu aku tetap bisa menyamakan langkah, karena jalanku memang cepat.
Pak Harto : Uda kelas 3 ya??
Aku : iya pak. .
Aku sedikit kaget mengetahui bahwa pak Harto tau kalo aku kelas 3, meskipun kita jarang sekali ngobrol. Padahal Pakde bude.ku aja sering masih ngira aku masih kelas 6 sd kalo lagi telpon.
Pak Harto : Wa. .mo ujian berarti ya!
Aku : eeiya pak. .masi di Syuhada?? (Red: TK.ku)
Pak Harto : Iya. .awet! malah sekarang ngajar anak smp.nya juga. .(ia tersenyum)
Aku : Ooo. .(aku ikut2.an senyum biar kompak)
Aku da sampai di depan rumah.
Pak Harto : Ta’ doain lulus ujian ma sukses ya. .!
Aku : Amin. .makasi. .duluan nggih!
Pak Harto : Yayaya. .tak lari2 dulu bentar!
Diam-diam aku berjanji dalam hati, aku akan berhenti bermalas-malasan agar aku dapat mewujudkan doanya. Dan aku ga akan malas2 untuk sholat shubuh di mesjid. Setidaknya di bulan puasa ini. It’s the beautiful day In the Holy Month!
[delay posting]
Aku telat datang, adzan shubuh sudah berkumandang dari tadi, sedangkan iqomah aku tak mendengarnya. Di perjalanan, dari toa mesjid aku mendengar imam sedang membaca surat Al-fatihah. Aku langsung mengenali imam itu walaupun hanya dengan mendengar suaranya, itu suara Pak Slamet. Rumahnya memang hanya beberapa jengkal dari mesjid, dan ia selalu menjadi imam dan penceramah pertama pada setiap tarawih dan sholat shubuh berjamaah di hari pertama Ramadhan. Sampailah aku di mesjid, shaf terakhirlah yang masih terlihat kosong, aku segera sholat karena sudah terlambat.
Shalat selesai, awalnya aku ingin segera pulang untuk merubuhkan badan dan karena aku malas mendengarkan ceramah. Tapi kulihat sekeliling, tak ada satupun jamaah yang berdiri bahkan merubah posisi duduknya. Niat untuk pulang aku urungkan. Kemudian Pak Slamet naik mimbar. Aku memasang muka malas. Aku merubah posisi dudukku, mendirikan kakiku dan menaruh kepalaku di lututku. Kudengar sayup-sayup, pak Slamet berbicara panjang lebar kesana kemari, ia memang penceramah yang tak membutuhkan teks ataupun kertas kecil berisi catatan kalo sedang berceramah. Mungkin karena keseringannya dia jadi penceramah ato mungkin emang uda bakat jadi pubic speaker sejak orok. Terus terang aja, aku bosan setiap kali aku ke mesjid untuk sholat maghrib ato sholat jumat selalu saja dia yang jadi imam dan selalu dia yang kasi ceramah. Apalagi surat yang ia bacakan setiap jadi imam selalu sama, surat yang kalimat terakhirnya berbunyi ". . muusaa" Itu terus yang selalu ia bacakan. Ga shubuh, dhuhur, ashar, maghrib, isya, sholat jumat, bahkan sholat ied surat itu yang kudengar. Belakangan, setelah aku keluhkan pada ayahku, ternyata surat tersebut (Al A’la) emang diajurkan oleh Rasulllah untuk dibacakan pada sholat2 yang penting.
Tapi aku sedikit tersentak, mendengar Pak Slamet tiba2 memberikan hadist Rosul yang mengatakan bahwa beda orang mukmin sungguhan dengan orang munafik adalah waktu shalat jamaah shubuh dan Isya’, shalat jamaah di masjid ato tidakkah dia. Dia jelas mengkritik bapak2, ibu2, muda-mudi yang hadir di masjid ini, terutama mereka yang ikut shalat berjamaah shubuh dan isya hanya saat ramadhan saja. Termasuk aku. Mati gue. .aku munafik dong?? Aku betulkan posisi dudukku ,setelah itu aku serius mendengarkan ceramahnya. Ia kemudian menghimbau dengan sedikit mengancam, "kalo bapak2, ibu2 dan adik2 tidak mau disebut orang munafik, ikutlah sholat shubuh dan isya berjamaah di mesjid!". Semula aku kesal, dia bicara gitu karena rumahnya deket dari mesjid. Mungkin kalo diadain lomba cepet2.an nyampe masjid antara aku dan Pak Slamet, aku pasti tetap kalah walaupun aku lari sekencang-kencangnya sedangkan ia hanya jalan sambil ngesot. Aku berdalih, aku ga bisa sholat isya di mesjid karena 4 hari dalam seminggu aku harus les dari jam setengah tuju nyampe jam delapan. 3 hari lainnya?? Hari Rabu? Aku sibuk ngerjain Pe.ER yang numpuk kalo ga ya maen komputer (sama aja boong dong), hari Sabtu ma minggu? Aku harus. . .harus apa ya? Ok aku yang salah.
Bahkan awalnya, sebenernya aku ingin sholat shubuh di rumah, padahal adek dan pembantuku sudah siap dengan rukuhnya untuk berangkat ke mesjid. Aku?? Masi tidur2.an gara2 kekenyangan makan sahur. Tapi di saat aku sedang santai, hapeku bunyi, ayahku nelpon. Aku suda nebak kalo aku bakal disuruh ke mesjid buat sholat shubuh jamaah. Benar saja. .
Babe : Mas uda sahur?? Lauknya apa?? Tar ke mesjid ya, pahalanya kan banyak kalo ramadhan2 gini!
Aku : ya ya ya. .
Mama nyaut telpon, gantian omong.
Mama : Lagi apa?? Sholat shubuh di mesjid lo!
Aku : ya ya ya. .
Mama : ya apa? Ya sholat di mesjid ato mo tidur lagi!?
Sepertinya mamaku tau kalo aku mo tidur lagi. .hebat juga dia, pa masi sodaraan ma Ki Joko Bodo yak??
Aku : ya iya dong ah, masa ya iyalah ah. .
Mama : ya iya dong apa? Apa? Eh apa bedanya kucing Persia ma kucing anggora??
Aku : ga tau. .apa bedanya obat batuk ma kondom?
(uda ngaco. .maap2)
Padahal sewaktu mama ma babeku nelpon nyuruh ke mesjid, adzan sudah berhenti berkumandang beberapa menit yang lalu. Mungkin karena di Jakarta belom adzan ato malah belom imsya’. Alhasil aku terlambat ke mesjid.
Wabilahitaufik walhidayah Wassalammu alaikum warahmatullahi wabarakatuh. . Pak Slamet menutup ceramahnya, aku buru-buru pulang, mata uda ngantuk, kepala berkunang-kunang. Di perjalanan, dari belakang aku dengar suara langkah kaki, tap. .tap. .tap. .tap. ."ayo anak2 samakan nadanya!", ternyata anak2 TK lagi latihan drumband. Nggak2 serius. Langkah kaki yang terdengar bertempo cepat dengan ketukan ¾ itu adalah milik Pak Harto, guru lukisku waktu di TK. Pak Harto memang orang yang taat beribadah, ia selalu sholat berjamah di masjid. Setiap berangkat dan pulang dari masjid ia selalu berlari-lari kecil, jelas di usia senjanya ia masih suka berolahraga. Aku menyapanya, dia tersenyum, aku menyalaminya dengan kedua tanganku, aku cium tangannya. Ia sudah kuanggap seperti kakekku, idolaku. Aku sangat respect kepadanya. Ia hanya hidup berdua dengan istrinya di rumah, sebenarnya ia punya anak laki-laki yang sudah matang, namun ia sudah meninggal karena kecelakaan. Raut wajahnya masih menyenangkan. Diam-diam aku memiliki metode bagaimana caranya menilai orang itu benar-benar baik ato tidak dengan hanya melihat raut wajahnya. Pak Harto termasuk orang baik itu.
Pak Harto membuka pembicaraan, ia masih saja berlari-lari kecil. Walaupun begitu aku tetap bisa menyamakan langkah, karena jalanku memang cepat.
Pak Harto : Uda kelas 3 ya??
Aku : iya pak. .
Aku sedikit kaget mengetahui bahwa pak Harto tau kalo aku kelas 3, meskipun kita jarang sekali ngobrol. Padahal Pakde bude.ku aja sering masih ngira aku masih kelas 6 sd kalo lagi telpon.
Pak Harto : Wa. .mo ujian berarti ya!
Aku : eeiya pak. .masi di Syuhada?? (Red: TK.ku)
Pak Harto : Iya. .awet! malah sekarang ngajar anak smp.nya juga. .(ia tersenyum)
Aku : Ooo. .(aku ikut2.an senyum biar kompak)
Aku da sampai di depan rumah.
Pak Harto : Ta’ doain lulus ujian ma sukses ya. .!
Aku : Amin. .makasi. .duluan nggih!
Pak Harto : Yayaya. .tak lari2 dulu bentar!
Diam-diam aku berjanji dalam hati, aku akan berhenti bermalas-malasan agar aku dapat mewujudkan doanya. Dan aku ga akan malas2 untuk sholat shubuh di mesjid. Setidaknya di bulan puasa ini. It’s the beautiful day In the Holy Month!
[delay posting]
Langganan:
Postingan (Atom)