Minggu, 26 Oktober 2008

18.09.08

Puasa ke 18. .waktu tarawih aku agak khusuk sholatnya. .soalnya aku denger. .ada anak perempuan nyelutuk.,"ma. .ma. .mau pipis!". .entah karena emang sengaja ga sholat ato kepaksa batal demi ngejawab pertanyaan anaknya (yang emang kondisinya lagi darurat), si ibu bilang, "sana ke kamar mandi. .cepet!!". Anaknya dengan bego ngejawab, "uda. .tapi ada te*eknya. Untung saja anak itu tidak menyebutkan ciri2 spesifik dari tokai yang ngambang di kloset WC itu. Coba aja kalo disambung, "Gede banget ma. .warnanya coklat kekuning-kuningan. .ngambang2 kaya kapal selam. .bau lagi! ."Huuek!" seluruh jamaah pasti akan muntah2 dan keesokan harinya ada berita di Koran "anak perempuan tewas dihajar jamaah gara2 bicara kotor sewaktu tarawih". Sungguh tak sopan anak ini. .andai saja kata te*ek diperhalus dengan menggunakan kata: eek, tokai, ato yang paling halus kotoran manusianya misalnya. Diperhalus juga, tetep aja tokai!

Tidak ada komentar: