Sabtu, 08 November 2008

PERNYATAAN!

backsound: "Tttrrrrrrrrrrrrdungdungdungpriiiiitttuuuuuttuuuuuutbroooootdhhuuarrrrohhhyes!
(bunyi senar drum, bass drum, sempritan tukang parkir, kereta api, kentut gajah, bom bali3, no comment!)

Tulisan di bawah ini, aku tulis (iye2. .ketik!) dengan kesadaran dan tanggung jawab penuh serta dedikasi tinggi di dunia edukasi (opo wi!)

Mulai hari ini, tertanggal 9 November 2008 sampai selesai UAN nanti, aku memutuskan untuk tidak ngenet ‘jika ngga pingin’ (sama aja, geblek!).

Aku ulangi,
Mulai hari ini, Minggu pagi yang cerah ini-9 November 2008, aku memutuskan untuk tidak ‘ngenet’ sementara sampai nantinya aku sukses lulus UAN dengan nilai perfect, ketrima di UGM ato STAN ato UI ato UNDIP ato ITB (amiN!). Ngga ngenet berarti termasuk di dalamnya nggak nglakuin kegiatan buka fs (bales komen, upload gambar, ngejek orang, ngeadd cewe & accepting someone), posting blog, browsing website, download bokep (bcanda!), kirim email (mang ga pernah), ngupdate antivirus, dll. (kecuali tar kalo ada tugas suruh cari di internet, mungkin tar bisa sekalian buka fs, posting blog, & browsing website. .yeah!).

Hal ini dikarenakan kesadaran akan kebodohan yang terasa semakin memuncak jika tak segera diatasi. Karena mengingat tindakan preventif sudah terlambat. Dan sekarang saatnya untuk berobat.

Pernah suatu kali ada temen yang nanya, "eh, sebenernye lu bise serius kaga seh??" (yang tanya ternyata orang batak tulen). Saat ini aku yakinkan, "Beta serius euy!".
Sekali lagi. .aku serius.

Karena aku tak mau nantinya belajar di tempat yang tak aku inginkan (lagi)
Karena aku tak mau nantinya ditikam dari belakang oleh penyesalan
Karena aku tak mau nantinya aku mencium bau busuk, aroma kekecewaan

Karena aku mau nantinya emak-babeku, bilang "kita bangga ma kamu fal!" ato temen2 lain yang bilang,"gila lo keren banget!" yang dibarengi dengan jerit cewe2 cantik,"aaauuww. .restletingmu tuh kebuka! ditutup napa!!?".

Barrack Hussein Obama bilang, "CHANGE WE NEED!" (kita butuh kesempatan!).
Perubahan adalah isu anget2 taik ayam belakangan ini. Isu itu jugalah yang membuat Obama bisa jadi presiden sekarang ini, di samping karena dia item dan pernah tinggal di Menteng (apa hubungannya?). Tak hanya itu, banyak iklan di TV isinya juga soal perubahan, bisa kita liat iklan KHONGZHUI "dada rata jadi besar" (hha) ato "bantet? mana keren!"-nya Hi-lo (dan aku kemakan iklannya, dengan membeli 2 kotak susu hi-lo!). Iklan yang paling aku suka soal perubahan adalah iklannya susu bendera, ceritanya tentang cewe yang kerjaanya dari kecil adalah nete susu ibunya, dan ibunya akhirnya bilang, "uda saatnya kamu minum susu bendera nak! tete mama sudah tidak produktif!" dan si cewe akhirnya jadi sarjana sastra.

Oh ya aku sampe apal jinglenya. .

Harus kita sadari,
Perubahan tak datang sendiri
Kita yang memulainya

Langkahkan kakimu jangan ragu (awas batu!)
Tak pernah menyerah

*dungdungdungdungdungdungdung*

Berubahlah untuk maju
Hingga suatu saat nanti kau kan genggam hari. .

*tengtengtengteng. .tengtengtengtengteng*
(nada yang bunyinya "susu saya susu waria")

Ya. .suatu saat nanti aku akan genggam hari. .suatu saat nanti.

*terimakasih atas kebersamaannya selama ini. .tetep kirim komen. .ngeadd. .dan nghina ya, sementara itu aku akan mencoba SURVIVE!! Sukses buat kamu semua yang sama2 kelas3! Sampai ketemu pada hari dimana aku teriak,"YEAH. .AKU SUKSES!!"*
(SEE YA!)

Aku, Si Raja Geblek!



Histeria. Adalah satu hal yang (sangat) bisa membuat orang lupa diri. Liat aja pertunjukan musik band2 cadas dimana penggemarnya bisa dengan gila menari sambil berteriak dengan botol alkohol di tangan kanannya. Atau pertandingan sepakbola, dimana penontonnya bisa dengan serentak meneriakkan "Malliiiiiiiiiiiing!!!", bukan2 maksudku meneriakkan yel2 agar tim kesayangannya bisa menang. Tapi ketika timnya kalah dan mereka mulai mengamuk, melempari wasit, membakar, dan bertindak anarkis lainnya, itu juga bagian dari histeria. Dan setidaknya itu terjadi padaku (lagi).

*Masih di hari yang sama, hari dimana aku izin (bolos) ga masuk sekolah karena sakit*

Hari sudah sore, jangkrik mulai berderik (mang ular?)
Badan yang mulai agak enakan, membuatku lebih bebas buat gerak. Aku masi nonton TV, dan aku dengar di garasi ada bunyi krasak-krusuk yang bisa kupastikan adalah Mba’ Noor, pembantuku yang lagi beres2, sedangkan di atas, bunyi komputerku (kipas di dalemnya) yang emang keras, aku bertaruh lagi dipake babeku buat main remi.

Ga ada angin ga ada hujan ga ada rotan akarpun jadi,
Tiba-tiba aja aku lompat2 kegirangan masuk ke kamar pembantuku yang letaknya ada di belakang TV, ngaca di kaca lemarinya yang besar, mengacak2 rambut (rambutku lo) dan merapikannya lagi, sambil bernyanyi ga jelas "berubahlah untuk maju. .!" (jingle iklan susu bendera). Aku yang yakin memastikan bahwa kamar itu sedang kosong, tak mengira bahwa ternyata ADA MBA’ NOOR DI DALEM LAGI BACA BUKU!! Sial dan malu banget tentunya. Dia jelas2 menatapku dengan tatapan yang campur aduk, antara pandangan aneh, sinis, jijik, dan sedih karena "kenapa aku harus kerja dan punya majikan setolol ini??". Tapi aku yang pandai menyembunyikan emosi dan berakting di belakang kamera, dengan santai pura2 ambil2 baju yang uda selese disetrika dan berkata, "dipanasin mbak. .bikin air anget lagi buat mandi. ." Dia pun keluar dan aku senyum penuh kemenangan. Satu kata yang ada di hati untuk kejadian ini adalah GEBLEK.





PERINGATAN!
HISTERIA BERLEBIH DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN, DAN MEMBUAT MALU-SEMALU-MALUNYA

Birokrasi Payah dan Guru yang Mengesalkan!



Birokrasi. Keren sekali kata ini walaupun aku tak tau jelas apa maknanya. Yang aku tau, birokrasi erat sekali hubungannya dengan pengorganisasian suatu hal yang berusaha mengatur orang banyak. Birokrasilah yang menyebabkan Indonesia masih tertinggal dengan negara2 lainnya. Pengurusan TKP contoh konkretnya. Birokrasi yang buruk ternyata juga telah mendarah daging menulang busuk di sekolahku, sekolah yang baru saja kehilangan pemimpin tertingginya.

Jumat, 31 Oktober 2008.
Setelah periksa di dokter deket rumah, aku memutuskan untuk tetap sekolah agar tidak ketinggalan pelajaran. Keputusan yang aku sesali setelahnya.

Aku masuk sekolah, diantar babeku dengan mobil kantornya.
Saat2 menginjakkan kaki di bibir kelas, perut dan kepalaku sudah tak bersahabat. Aku langsung duduk dan meringkuk dengan kepala kutempelkan di meja. Aku jelas tak peduli dengan keadaan sekitar dimana teman2.ku sedang rame2.nya ngomongin cewe ato mereka yang lagi sibuk ngerjain PR. Aku hanya peduli dengan kepalaku yang terasa berat ini.

"Assallammu alaikum Wr.Wb. .", terdengar suara di speaker yang bisa dipastikan suara dari Mujiono, guru. .(aku ga tau dia guru pa bukan, yang jelas dia tukang ngumumin berita ‘yang biasanya ga penting’). Aku masi tak peduli ketika ia memgumumkan bahwa sekarang akan diadakan doa bersama untuk Kepala Sekolah yang baru saja meninggal kemarin, siswa muslim tetep di kelas, dan nonmuslim keluar menuju ruang agama masing2. Aku masi terkulai di atas meja ketika akhirnya doa mulai dipanjatkan. Tahlilan tepatnya. Aku rasa malah aku yang sedang didoain, karena sedari tadi aku sama sekali tak mengangkat kepala, kaya orang mati.

Doa bersamapun selesai, jam pertama adalah biologi. Pak Yuli belom dateng. Anak2 masih berisik membicarakan hal yang tak penting.

Beberapa menit kemudian ia datang. Aku mencoba mengangkat kepala, berat sekali walaupun akhirnya bisa. Mukanya tampak berantakan, sesekali ia memegangi hidung, mengantisipasi ingusnya meler. Ternyata Pak Yuli juga sedang sakit. Flu yang kemarin2 dideritanya bertambah parah. Dengan sangat bijak ia hanya memberikan tugas dan ngeloyor lagi keluar. Tugas yang tak mampu kukerjakan dengan kepala pusing dan perut melilit seperti ini. Dengan bijak pula, aku akhirnya ke UKS sambil bawa2 aqua gelas dengan sebelumnya minum obat2 dari dokter. Aku jalan sendiri ke UKS, tak mengharap bantuan karena aku tau tak ada yang akan membantuku (sukurin!).


Sesampainya disana.,
Mbak2 PKL Yang Jaga UKS (MMPYJU) : mau apa dek??
Aku : tidur mba. ,
MMPYJU : suratnya mana?
Aku : surat apaan??
MMPYJU : kamu sakit kan? Mo tidur? Harus pake surat dek. .
Aku : ohh. .(dengan muka malas)oh. .
MMPYJU : ambil dulu aja di piket. .
Aku : (ngeloyor pergi sambil naruh aqua di mejanya)

Sampailah aku di ruang piket. Dan inilah episode dimana Guru Kejam Berparas Manis (GKBM) beraksi menjatuhkan mental dan meninggikan emosiku. Here it this. .

Aku : buk. .minta surat. .

GKBM : (ngambil kertas warna pink dengan malas). .wah tapi mau ki UKS koyone wis kebak, coba to’delok sek! (wah tapi tu tadi UKS kayanya uda penuh, coba diliat dulu!)

Aku yang sebenernya uda tau kalo UKS emang penuh, sengaja membiarkan ocehannya dan berniat meminjam bolpennya untuk segera mengisi surat izin yang super ribet ini. Tapi apa yang terjadi? Tu guru jadi2.an yang jelas2 bawa bolpen di tangan kanannya yang jelas2 ga lagi dia pake yang jelas2 (ah sudahlah) malah bilang gini, "ki nggonaku. .Ra entuk. .nganggo nggonmu dhewe!" (ni punyaku. .ga bole. .pake punyamu sendiri!).

Oh fuck!! Untung aku lagi sakit. .kalo ga uda aku jambak2 kali tu rambut semi kribonya. Bener2 taik. .dia sama sekali tak peduli dengan keadaan pelajar keren yang lagi sakit ini. Dia malah dengan sengaja menyulitkanku mendapatkan surat izin keparat itu. Uh shit!
Akhirnya aku balik ke UKS, dan berjalan sambil mengumpat.

Aku : pinjem bolpen mbak.
MMPYJU : lo kan harusnya suratnya ada dua. .??
Aku : (diem)
MMPYJU : yang satu buat ditaro disini satunya di kelas. .?
Aku : (masi diem)
MMPYJU : gimana sih dek. .harusnya mintanya kan dua?
Aku : IYA MBAK. .BENTAR. .DIEM DULU TO!!

*si mbak shock*

Aku balik lagi, ke ruang piket bertemu dengan guru sialan itu dan menyerahka surat yang hanya aku tandatangani sendiri.

GKBM : ndi tandatangane? (mana tandatangannya?)
Aku : wah tadi tu pak Yuli juga izin sakit.e buk!
GKBM : ora wae. .wong mau ono kok! (nggak aja orang tadi ada kok!)
Aku : (taik!) iya, tapi tadi pak Yuli masuk ke kelas Cuma ngasih tugas terus pergi ga tau kemana.
GKBM : Ash. .pokoke ra entuk nek raono tandatangane! (pokoknya ga bole kalo ga ada tandatangannya!)
Aku : (fuck!) buk ni kan suratnya harusnya dua?
GKBM : iyo mengko. .koe nggolek Pak Yuli sek kono. .!
Aku : (dan guru ini resmi menjadi target mutilasiku. .shit2!)
Memang kita ga bole mandang orang hanya dari penampilan . "Don’t look book from the cover!", kalo Tukul bilang.
Singkat cerita, aku berhasil mendapatkan tandatangan dari Pak Yuli yang ternyata sedang terbaring lemah di sofa saat aku menghampirinya.
Aku masuk ke UKS, menyerahkan surat izin yang harusnya dua itu ke mbak2 PKL dan berbaring di kasur bersprei putih (oya kenapa sprei UKS ato rumahsakit warnanya putih doang? Kenapa ga gambar spongebob aja biar menarik?).
Aku mencoba tidur. Aku ga bisa tidur. Aku pura2 tidur selama 4 jam pelajaran, sampai istirahat tepatnya. Aku sengaja menghindari pelajaran Bahasa Indonesia, karena aku tau aku belom ngerjain PR, lagipula gurunya juga galak amit.
Bel Istirahat berbunyi. Akhirnya.
Aku pura2 ngolet2. .dan berjalan kembali ke kelas. 2 jam aku di UKS, 2 jam pula aku ke WC untuk pipis.
Sampai di kelas, aku tanya ke Andi.,
Aku : Mau ngopo? (tadi ngapain?)
Andi : woh. .full cerita!
Aku : weleh. .mending aku mo rasah neng UKS! (weleh. .mending aku tadi ga usah ke UKS!)
Dan hal yang berikutnya terjadi adalah. .
"Ni jamnya pak Marno ya. .?? Pak Marnonya sakit. .ga masuk! Kerjakan soal lanjutan kemarin!", kata seorang guru piket (bukan guru sialan yang tadi, karena kalo dia yang dateng, aku sudah cukup sehat untuk melemparinya botol aqua).
Jadi intinya 3 pelajaran hari ini GA ADA KEGIATAN!
Biologi : kosong.
B I : cerita2 doang.
MTK : kosong jugak.
TAU GINI AKU TADI PAGI GA USAH BERANGKAT AJA!!

INSIDEN PERUT

Saat aku menulis cerita ini, adalah saat dimana aku sudah sehat. Sehat dari penyakit perut akut. !@$^$(%^&(_+)_(^&$^%$!%$^*^(*)_+)&*&^%%(^_&&_&)&*$^#^%%@##############@%%%%$^&%ERROR!